- Kementerian Sosial di Jakarta mulai menerapkan pola kerja baru berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas aparatur.
- Kebijakan ini mengoptimalkan hari Jumat sebagai waktu kerja digital untuk menyelesaikan administrasi tanpa mengabaikan kualitas layanan publik.
- Pihak kementerian memperketat sistem pengawasan berbasis lokasi guna memastikan disiplin pegawai selama menjalankan skema kerja baru tersebut.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mendesain ulang pola kerja aparatur agar lebih produktif berbasis digital. Penyesuaian dilakukan dengan memilah aktivitas yang dapat dilaksanakan secara daring dan yang tetap harus dilakukan secara langsung.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang mengedepankan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.
"Negara sedang bertransformasi menuju produktivitas yang efisien,” kata dia dalam rapat dinas bersama jajaran Eselon I dan II, kepala biro, kepala sentra, dan balai se-Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, seperti dikutip dari Antara, Rabu.
Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai penurunan komitmen terhadap pelayanan masyarakat, terutama dalam program-program prioritas Kemensos.
"Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH. Hari Jumat akan dioptimalkan sebagai 'Jumat Produktif Digital' yakni untuk penyelesaian laporan, evaluasi kinerja, rapat daring, konsolidasi administrasi, serta tindak lanjut pekerjaan mingguan," kata dia.
Saifullah memastikan berbagai layanan utama seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, respons kebencanaan, hingga layanan pengaduan masyarakat tetap berjalan optimal dalam skema kerja baru tersebut.
“Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH,” kata dia, seraya meminta efisiensi dalam perjalanan dinas serta penggunaan fasilitas kantor, termasuk pembatasan kendaraan dinas dan pengendalian penggunaan energi seperti listrik, air, dan pendingin ruangan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kebijakan kerja dari rumah tidak disalahartikan.
Sistem absensi akan dilengkapi dengan titik lokasi, bahkan disiapkan check point tambahan pada tengah hari guna memastikan pegawai tetap bekerja dari lokasi yang telah ditentukan.
Baca Juga: Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi budaya kerja di Kemensos berjalan serius, akuntabel, serta mampu menghasilkan efisiensi yang terukur.
“Supaya nanti saat evaluasi kita bisa menunjukkan hasil. Tidak hanya kualitatif, tetapi kuantitatifnya juga bisa ditampilkan dengan cukup baik,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga
-
Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran Daerah, Wajib Lapor Tiap 2 Bulan
-
ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang