News / Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 20:21 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat apel pendampingan pegawai Kemensos di Jakarta, Kamis (26/3/2026). [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Kementerian Sosial di Jakarta mulai menerapkan pola kerja baru berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas aparatur.
  • Kebijakan ini mengoptimalkan hari Jumat sebagai waktu kerja digital untuk menyelesaikan administrasi tanpa mengabaikan kualitas layanan publik.
  • Pihak kementerian memperketat sistem pengawasan berbasis lokasi guna memastikan disiplin pegawai selama menjalankan skema kerja baru tersebut.

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mendesain ulang pola kerja aparatur agar lebih produktif berbasis digital. Penyesuaian dilakukan dengan memilah aktivitas yang dapat dilaksanakan secara daring dan yang tetap harus dilakukan secara langsung.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang mengedepankan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.

"Negara sedang bertransformasi menuju produktivitas yang efisien,” kata dia dalam rapat dinas bersama jajaran Eselon I dan II, kepala biro, kepala sentra, dan balai se-Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, seperti dikutip dari Antara,  Rabu.

Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai penurunan komitmen terhadap pelayanan masyarakat, terutama dalam program-program prioritas Kemensos.

"Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH. Hari Jumat akan dioptimalkan sebagai 'Jumat Produktif Digital' yakni untuk penyelesaian laporan, evaluasi kinerja, rapat daring, konsolidasi administrasi, serta tindak lanjut pekerjaan mingguan," kata dia.

Saifullah memastikan berbagai layanan utama seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, respons kebencanaan, hingga layanan pengaduan masyarakat tetap berjalan optimal dalam skema kerja baru tersebut.

“Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH,” kata dia, seraya meminta efisiensi dalam perjalanan dinas serta penggunaan fasilitas kantor, termasuk pembatasan kendaraan dinas dan pengendalian penggunaan energi seperti listrik, air, dan pendingin ruangan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kebijakan kerja dari rumah tidak disalahartikan.

Sistem absensi akan dilengkapi dengan titik lokasi, bahkan disiapkan check point tambahan pada tengah hari guna memastikan pegawai tetap bekerja dari lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga: Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi budaya kerja di Kemensos berjalan serius, akuntabel, serta mampu menghasilkan efisiensi yang terukur.

“Supaya nanti saat evaluasi kita bisa menunjukkan hasil. Tidak hanya kualitatif, tetapi kuantitatifnya juga bisa ditampilkan dengan cukup baik,” ujarnya.

Load More