- Pemerintah mengumumkan delapan transformasi budaya kerja dan hemat energi pada 1 April 2026 guna menjaga kepentingan nasional.
- Kebijakan mencakup sistem kerja WFH bagi ASN serta pembatasan BBM harian untuk menghemat energi sebesar 20 persen.
- Pemerintah menjaga stabilitas harga BBM demi melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global saat ini.
Suara.com - Kebijakan 8 Transformasi Budaya Kerja dan Hemat Energi yang baru saja diumumkan pemerintah tak cuma upaya teknis efisiensi energi, tapi jadi reposisi mendasar agar masyarakat terdorong menjalani gaya hidup lebih sehat dan bijaksana.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengatakan kebijakan tersebut merupakan keniscayaan yang harus diambil pemerintah dalam situasi global saat ini demi menjaga kepentingan nasional.
“Kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi adalah suatu keniscayaan yang harus diambil pemerintah. Dan ini adalah langkah yang positif karena bisa menghemat 20 persen penggunaan energi di dalam negeri serta mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dan bijaksana,” ujar Iwan Setiawan, Rabu (1/4/2026).
Salah satu poin kebijakan ini yaitu penerapan aturan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang juga diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta. Iwan berpendapat langkah ini adalah jawaban atas tuntutan zaman.
Selain menghemat energi, satu hari tanpa komuter memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki kualitas waktu yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas saat mereka kembali bekerja di kantor.
“Fleksibilitas kerja terbukti mampu menurunkan tingkat stres akibat kemacetan, meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance), dan secara mekanis mengurangi beban emisi kendaraan di jam puncak,” katanya.
Poin krusial lain yaitu kebijakan B50 yang mengatur pengisian BBM wajar bagi mobil pribadi sebanyak 50 liter per hari. Aturan ini menjadi kendali agar konsumsi energi berjalan adil dan tepat sasaran.
Bertalian dengan itu, di tengah dinamika global yang menyebabkan fluktuasi harga energi dunia, pemerintah menunjukkan political will yang kuat dengan mengambil keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi. Iwan berpendapat ini adalah wujud nyata kepedulian negara dalam melindungi daya beli masyarakat.
“Sejauh ini Indonesia adalah negara yang masih stabil dari segi kecukupan dan harga energi dibandingkan negara-negara lain. Ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintahan,” ucap Iwan.
Baca Juga: ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran
Iwan mengatakan pemerintah menyadari bahwa energi adalah urat nadi ekonomi. Dengan menjaga stabilitas harga di hulu, pemerintah sedang memasang bantalan ekonomi agar inflasi tetap terkendali dan beban hidup rumah tangga tidak semakin berat.
“Ini adalah komitmen untuk memastikan bahwa transisi energi tidak dilakukan dengan cara yang membebani rakyat, melainkan dengan cara yang melindungi dan menopang kesejahteraan nasional,” tuturnya.
Iwan pun menegaskan kebijakan transformasi budaya kerja dan hemat energi adalah investasi jangka panjang untuk Indonesia. Kendati begitu, ia mengatakan kebijakan ini harus dibarengi dengan penguatan jaring pengaman sosial.
“Bagi masyarakat yang infrastruktur transportasi publiknya belum mapan, pemerintah menyiapkan skema transisi yang adil. Pengawasan ketat di lapangan juga diperlukan agar kebijakan pembatasan BBM dan pengaturan kerja ini tetap menjaga produktivitas rakyat di level yang optimal,” kata dia.
Berita Terkait
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
-
Work From Home, Krisis Energi, dan Mimpi Besar Swasembada yang Belum Tuntas
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia