-
Iran menembakkan sepuluh rudal balistik ke Israel tengah sebagai aksi balasan serangan militer.
-
Donald Trump meluncurkan Operasi Epic Fury untuk menghancurkan kapasitas produksi rudal dan nuklir Iran.
-
Mohsen Rezaei menegaskan Iran akan terus berperang hingga pihak musuh merasakan penyesalan mendalam.
Eskalasi ini dipicu oleh pemboman besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.
Serangan udara tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di wilayah kedaulatan Iran.
Salah satu korban tewas dalam operasi sebelumnya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan mengerahkan kawanan drone dan rudal ke posisi aset militer Amerika.
Serangan balasan tersebut mencakup wilayah Yordania, Irak, hingga negara-negara di pesisir Teluk Arab.
Mohsen Rezaei selaku penasihat militer tokoh kunci Iran memberikan pernyataan tegas mengenai kelanjutan perang ini.
Beliau menekankan bahwa pihaknya tidak akan mundur sebelum semua kepentingan nasional mereka berhasil diamankan sepenuhnya.
“Sampai kita membuat musuh menyesal dan memperoleh hak-hak kami yang pasti, kami tidak akan membiarkannya pergi,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut.
Rezaei menyatakan bahwa akhir dari konflik ini berada di tangan pemimpin tertinggi dan seluruh rakyat Iran.
Baca Juga: Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang
Pihak Teheran memberikan peringatan keras kepada Washington agar tidak bertindak semena-mena di kawasan Timur Tengah.
Kepemimpinan militer Iran saat ini meragukan efektivitas jalur diplomasi atau upaya gencatan senjata dengan lawan.
Rezaei mempertanyakan urgensi pembicaraan damai di tengah situasi perang yang terus berkecamuk dengan hebatnya.
“Apa artinya berbicara tentang negosiasi dan gencatan senjata dalam kondisi seperti ini?” tambah Rezaei dalam keterangannya.
Di sisi lain Gedung Putih tetap pada pendiriannya untuk melumpuhkan kekuatan rezim Iran secara total.
Presiden Donald Trump dijadwalkan akan memberikan pidato nasional mengenai keberhasilan pelaksanaan Operasi Epic Fury.
Operasi militer Amerika ini bertujuan untuk membongkar sistemik seluruh kemampuan militer yang dimiliki rezim Teheran.
Pihak Gedung Putih menyatakan kampanye ini dilakukan untuk melindungi keamanan Amerika Serikat dan dunia bebas.
Fokus utama operasi ini adalah menghancurkan pabrik produksi dan gudang penyimpanan rudal balistik Iran.
Selain itu militer Amerika juga berusaha melemahkan kekuatan armada laut Iran serta memutus rantai pasokan.
Langkah ini diambil guna mencegah Iran memiliki akses terhadap pengembangan teknologi senjata nuklir di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!
-
Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK
-
11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan
-
'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!
-
Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?
-
7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan
-
Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom
-
Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton
-
Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional
-
Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!