News / Internasional
Kamis, 02 April 2026 | 11:06 WIB
Ilustrasi rudal balistik (Antara)
Baca 10 detik
  • Iran menembakkan sepuluh rudal balistik ke Israel tengah sebagai aksi balasan serangan militer.

  • Donald Trump meluncurkan Operasi Epic Fury untuk menghancurkan kapasitas produksi rudal dan nuklir Iran.

  • Mohsen Rezaei menegaskan Iran akan terus berperang hingga pihak musuh merasakan penyesalan mendalam.

 

Eskalasi ini dipicu oleh pemboman besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.

Serangan udara tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang di wilayah kedaulatan Iran.

Salah satu korban tewas dalam operasi sebelumnya adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan mengerahkan kawanan drone dan rudal ke posisi aset militer Amerika.

Serangan balasan tersebut mencakup wilayah Yordania, Irak, hingga negara-negara di pesisir Teluk Arab.

Mohsen Rezaei selaku penasihat militer tokoh kunci Iran memberikan pernyataan tegas mengenai kelanjutan perang ini.

Beliau menekankan bahwa pihaknya tidak akan mundur sebelum semua kepentingan nasional mereka berhasil diamankan sepenuhnya.

“Sampai kita membuat musuh menyesal dan memperoleh hak-hak kami yang pasti, kami tidak akan membiarkannya pergi,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut.

Rezaei menyatakan bahwa akhir dari konflik ini berada di tangan pemimpin tertinggi dan seluruh rakyat Iran.

Baca Juga: Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang

Pihak Teheran memberikan peringatan keras kepada Washington agar tidak bertindak semena-mena di kawasan Timur Tengah.

Kepemimpinan militer Iran saat ini meragukan efektivitas jalur diplomasi atau upaya gencatan senjata dengan lawan.

Rezaei mempertanyakan urgensi pembicaraan damai di tengah situasi perang yang terus berkecamuk dengan hebatnya.

“Apa artinya berbicara tentang negosiasi dan gencatan senjata dalam kondisi seperti ini?” tambah Rezaei dalam keterangannya.

Di sisi lain Gedung Putih tetap pada pendiriannya untuk melumpuhkan kekuatan rezim Iran secara total.

Presiden Donald Trump dijadwalkan akan memberikan pidato nasional mengenai keberhasilan pelaksanaan Operasi Epic Fury.

Load More