- Presiden Donald Trump menyatakan militer AS hampir menyelesaikan target strategis dalam Operasi Epic Fury di Iran pada Rabu.
- Konflik sejak 28 Februari menyebabkan 1.340 kematian di Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta 13 personel militer AS.
- AS mengancam menghancurkan infrastruktur energi Iran dan mendesak negara lain mengamankan Selat Hormuz jika negosiasi menemui kegagalan.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa militer AS hampir menyelesaikan seluruh target strategisnya di Iran melalui "Operasi Epic Fury". Trump mengeklaim gerak militer dalam beberapa pekan terakhir telah membuahkan hasil yang signifikan.
"Malam ini, saya senang mengatakan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai," kata Trump dalam pidatonya mengenai Operasi Epic Fury, Rabu (1/4).
Menurut Trump, dalam empat pekan terakhir, militer AS telah meraih "kemenangan yang cepat, menentukan, dan luar biasa." Ia menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut hingga seluruh misi tuntas sepenuhnya.
"Sejak awal Operasi Epic Fury, kami akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai. Sekarang, kami berada di jalur untuk segera menyelesaikan semua tujuan militer," tuturnya.
Lebih lanjut, Trump melontarkan peringatan keras bagi pihak lawan. Ia mengisyaratkan adanya peningkatan eskalasi serangan dalam waktu dekat jika perlawanan masih berlanjut.
"Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” tegas Trump.
Eskalasi Konflik dan Korban Jiwa
Ketegangan besar ini bermula sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi markas aset militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?
Dalam pertempuran ini, sebanyak 13 personel militer AS dilaporkan tewas dan sekitar 303 lainnya luka-luka. Trump secara khusus memberikan penghormatan bagi para prajurit yang gugur.
"Kini kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi tersebut," katanya, mengenang 13 personel yang "mengorbankan nyawa mereka dalam pertempuran ini."
Ancaman Pembangkit Listrik dan Ladang Minyak
Terkait diplomasi, Trump menyebut pembicaraan dengan pihak Iran masih berlangsung. Namun, ia memberikan ancaman akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika kesepakatan gagal dicapai.
"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," ancamnya.
Trump juga menegaskan bahwa AS kini hampir sepenuhnya berhenti mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak berencana melakukannya lagi di masa depan. Ia menyebut kondisi Iran saat ini sudah "hancur secara militer dan ekonomi."
Terkait keamanan jalur pelayaran global, Trump mendesak negara-negara lain untuk ikut menjaga Selat Hormuz atau beralih membeli minyak dari AS. Ia bahkan menyarankan negara-negara yang kesulitan energi untuk "mengumpulkan keberanian" dan "merebut" kendali di selat tersebut.
"Bagian tersulit telah selesai. Ketika konflik berakhir, selat itu akan terbuka dengan sendirinya," pungkas Trump. (Antara/Anadolu)
Berita Terkait
-
Iran Ungkap Rahasia Donald Trump 'Manipulasi' Harga Saham dan Minyak
-
Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran
-
Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon
-
Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?
-
Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli