- Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, mengingatkan ASN Pemprov DKI agar tetap disiplin saat menerapkan kebijakan WFH.
- Kebijakan WFH yang diterapkan Pemprov DKI bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak serta mengurai kemacetan lalu lintas kota.
- DPRD meminta BKD dan Inspektorat memperketat pengawasan kinerja serta menerapkan sanksi tegas bagi ASN yang menyalahgunakan aturan WFH.
Suara.com - Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, mengingatkan agar kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tidak menjadi celah untuk mengendurkan disiplin.
“Fleksibilitas kerja bukan celah untuk menurunkan disiplin ASN. Kinerja dan pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas,” ujar Mujiyono dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Kebijakan ini sejatinya digulirkan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai ikhtiar untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurai kemacetan di ibu kota, sesuai arahan pemerintah pusat.
Komisi A DPRD DKI Jakarta pun menilai langkah efisiensi energi ini sangat relevan, mengingat tingginya denyut mobilitas di Jakarta setiap harinya.
Kendati demikian, Mujiyono menyoroti adanya dinamika di lapangan yang berpotensi memunculkan perbedaan pola kerja selama masa penyesuaian.
Guna memperketat pengawasan, Komisi A turut meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga Inspektorat Jakarta untuk memastikan kebijakan ini tepat sasaran.
Mujiyono berpendapat bahwa problematika utama bukan terletak pada lokasi pengerjaan tugas, melainkan pada sistem pengukuran kinerja berbasis output yang harus terus diperkuat.
“Tanpa penguatan pengawasan, fleksibilitas kerja berisiko menurunkan kinerja ASN dan berdampak pada kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Meski masih banyak celah yang berpotensi dimanfaatkan ASN untuk berbuat curang, kebijakan WFH tetap diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem birokrasi yang lebih modern.
Baca Juga: AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global
“Ukurannya jelas. Bukan di mana ASN bekerja, tapi bagaimana kinerja tetap meningkat dan pelayanan publik tidak terganggu,” kata Mujiyono.
Ia pun tak lupa memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang telah menyiapkan sanksi tegas bagi para abdi negara yang kedapatan menyalahgunakan aturan WFH.
“Penyalahgunaan WFH tidak bisa ditoleransi. Aturan harus ditegakkan secara tegas dan konsisten,” pungkas Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta itu.
Berita Terkait
-
AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global
-
Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja
-
Puan Maharani: WFH ASN Jangan Sampai Melambatkan Pelayanan kepada Rakyat
-
Aturan WFH untuk Swasta Berlaku Kapan? Ini Penjelasan Terbarunya
-
Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dicecar DPR Soal Surat Penahanan Amsal Sitepu, Kajari Karo Akui Salah Ketik: Siap Salah Pimpinan
-
Profil Eyal Zamir, Jenderal Israel yang Bongkar Krisis Personel di Tengah Tekanan Perang
-
Pemerintah Bentuk Tim Hitung Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Sulut dan Malut
-
Soroti Banjir hingga Aturan Pelihara Hewan, Francine PSI Beberkan Keluhan Pedih Warga Jakarta
-
AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global
-
Bantah KPK, Pengacara Ono Surono: Penyidik yang Paksa Matikan CCTV, Lalu Sita Uang Arisan!
-
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Ini
-
Masjid Al-Aqsa Ditutup Total 34 Hari, Zionis Israel Nekat Pakai Dalih Perang Iran demi Keamanan
-
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Bantah Minta Kompensasi Rp3,3 M ke Marinir
-
KPK dan Kortas Tipidkor Polri Gelar Pertemuan Tertutup, Koordinasi Penanganan Kasus Baru!