- Polres Metro Bekasi menangkap tiga pelaku penyiraman air keras terhadap korban TW di Tambun Selatan, Senin 30 Maret 2026.
- Pelaku utama Prasetyo Budi Utomo merancang penyerangan tersebut akibat dendam pribadi yang telah dipendam sejak tahun 2018 silam.
- Akibat tindakan keji ketiga pelaku, korban mengalami luka bakar serius di bagian kepala, dada, hingga area perut tubuh.
Suara.com - Motif penyiraman air keras terhadap seorang pria berinisial TW (54) di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya terungkap. Polres Metro Bekasi berhasil meringkus tiga orang pelaku yang memiliki peran berbeda dalam penyerangan yang sempat viral dan memicu kecaman publik tersebut.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, mengungkapkan otak di balik aksi keji ini adalah Prasetyo Budi Utomo.
Ia berperan merancang penyerangan, menyiapkan cairan kimia, hingga membayar dua eksekutor lainnya, yakni M. Sandy Nurfauzi Mahfud yang bertindak sebagai penyiram dan Syahri Romadhoni sebagai joki motor.
Peristiwa penyiraman air keras ini diketahui terjadi di Jalan Bumi Sani Permai, Tambun Selatan, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.40 WIB.
Saat itu, korban TW sedang berjalan kaki seorang diri menuju musala untuk melaksanakan salat subuh. Tanpa diduga, kedua eksekutor datang dari arah berlawanan dan langsung menyiramkan air keras.
"Sehingga mengenai area bagian muka korban serta bagian perut dan area belakang tubuh korban," ujar Sumarni kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Akibat serangan mendadak itu, korban menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya.
"Korban alami luka bakar di bagian kepala, dada sampai perut," jelas Sumarni.
Dendam Menahun
Hasil pemeriksaan intensif mengungkap fakta mengejutkan mengenai motif pelaku.
Prasetyo mengaku telah memendam sakit hati yang mendalam terhadap korban sejak tahun 2018. Saat itu, pelaku merasa direndahkan oleh korban ketika dirinya masih bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol).
Dendam tersebut tak kunjung padam dan justru terus bertumpuk oleh konflik-konflik kecil lainnya. Pada 2019, pelaku semakin kesal karena korban menutup bak sampah di depan rumahnya.
Puncaknya, kata Sumarni, terjadi pada 2025, ketika pelaku merasa tersinggung karena dipandang sinis oleh korban saat sedang salat berjamaah.
"Motifnya sakit hati dan dendam terhadap korban," ungkapnya.
Ditangkap di Dua Lokasi Berbeda
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Aksi Kamisan ke-902 Soroti Teror Air Keras, Aktivis Desak Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
-
Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok
-
Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Masih Diselidiki, Kebocoran Gas-Dugaan Percikan Motor Terungkap!
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone
-
Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana
-
Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya
-
Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan
-
Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran