News / Nasional
Minggu, 05 April 2026 | 23:51 WIB
Saiful Mujani [Dokumentasi Saifulmujani.com]
Baca 10 detik
  • Saiful Mujani menyerukan masyarakat melakukan aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum di Jakarta, 31 Maret 2026.
  • Ia menilai jalur formal pemakzulan tidak mungkin dilakukan karena dominasi koalisi pendukung pemerintah yang menguasai parlemen saat ini.
  • Seruan tersebut memicu reaksi publik terbelah terkait risiko instabilitas politik dibandingkan upaya mendorong perubahan melalui tekanan ekstra-parlementer.

Reaksi publik atas seruan ini langsung terbelah. Di media sosial, sebagian warganet mendukung dan mendorong perubahan yang lebih luas.

Namun, tidak sedikit yang menilai pernyataan itu berlebihan dan berbahaya karena berpotensi mendelegitimasi hasil Pemilu 2024 yang sah.

Secara analitis, gagasan Saiful memiliki basis dalam teori demokrasi tentang people power, yakni tekanan publik sebagai alat koreksi ketika institusi formal tidak efektif.

Namun, seruan “menjatuhkan presiden” melalui mobilisasi massa di fase awal pemerintahan mengandung risiko serius, mulai dari instabilitas politik hingga polarisasi sosial.

Load More