News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi helikopter Black Hawk. [Shutterstock]
Baca 10 detik

Iran mengklaim hancurkan dua pesawat C-130 dan dua heli Black Hawk milik Amerika Serikat.

Donald Trump nyatakan operasi penyelamatan pilot F-15E berhasil dilakukan dengan sangat berani.

Militer Iran sebut telah menangkap pilot Amerika yang jatuh di wilayah kedaulatan mereka.

Meski demikian, pihak Gedung Putih mencoba membangun narasi berbeda mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi di zona pertempuran tersebut.

Presiden Amerika Serikat dituding melakukan taktik perang psikologis untuk menutupi kekalahan memalukan yang dialami oleh pasukannya di medan laga.

Klaim Kemenangan dari Pihak Donald Trump

Donald Trump melalui pernyataan resminya memberikan narasi yang bertolak belakang dengan fakta yang disampaikan oleh pihak militer Iran.

Presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa kopilot dari pesawat jet F-15E yang jatuh berada dalam kondisi yang sangat aman.

"Saudara-saudaraku warga Amerika, dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan yang paling berani dalam sejarah AS untuk salah satu perwira kru kita yang luar biasa, dan juga kebetulan merupakan seorang kolonel yang amat dihormati; dan dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang selamat dan sehat!" kata Trump di media sosial TruthSocial.

Trump menegaskan bahwa operasi yang dijalankan oleh pasukannya merupakan salah satu misi penyelamatan paling heroik sepanjang sejarah militer.

Klaim keberhasilan ini muncul setelah adanya laporan dari media CBS yang menyebutkan pilot telah dievakuasi menggunakan helikopter militer.

Strategi Evakuasi di Wilayah Musuh

Baca Juga: Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Dalam keterangannya, Donald Trump menjelaskan bahwa posisi sang pilot terus dipantau secara ketat oleh tim pemantau selama 24 jam penuh.

Meskipun personil tersebut menderita sejumlah luka akibat insiden jatuhnya pesawat, Trump memastikan bahwa kondisi kesehatannya tetap terjaga dengan baik.

"Atas instruksi saya, militer AS mengerahkan puluhan pesawatnya yang dilengkapi dengan senjata paling mematikan di dunia untuk menyelamatkannya. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer bahwa dua pilot AS telah diselamatkan, secara terpisah, meskipun mereka berada jauh di dalam wilayah musuh," ujar Trump.

Pernyataan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan udara Amerika Serikat yang mampu menembus jantung pertahanan lawan demi menyelamatkan personelnya.

Namun, laporan dari Washington Post menyebutkan bahwa jet yang jatuh tersebut adalah F-15E yang memang dioperasikan oleh dua orang kru.

Nasib Pilot F-15E di Tangan Iran

Load More