Iran mengklaim hancurkan dua pesawat C-130 dan dua heli Black Hawk milik Amerika Serikat.
Donald Trump nyatakan operasi penyelamatan pilot F-15E berhasil dilakukan dengan sangat berani.
Militer Iran sebut telah menangkap pilot Amerika yang jatuh di wilayah kedaulatan mereka.
Meski demikian, pihak Gedung Putih mencoba membangun narasi berbeda mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi di zona pertempuran tersebut.
Presiden Amerika Serikat dituding melakukan taktik perang psikologis untuk menutupi kekalahan memalukan yang dialami oleh pasukannya di medan laga.
Klaim Kemenangan dari Pihak Donald Trump
Donald Trump melalui pernyataan resminya memberikan narasi yang bertolak belakang dengan fakta yang disampaikan oleh pihak militer Iran.
Presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa kopilot dari pesawat jet F-15E yang jatuh berada dalam kondisi yang sangat aman.
"Saudara-saudaraku warga Amerika, dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan yang paling berani dalam sejarah AS untuk salah satu perwira kru kita yang luar biasa, dan juga kebetulan merupakan seorang kolonel yang amat dihormati; dan dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa ia sekarang selamat dan sehat!" kata Trump di media sosial TruthSocial.
Trump menegaskan bahwa operasi yang dijalankan oleh pasukannya merupakan salah satu misi penyelamatan paling heroik sepanjang sejarah militer.
Klaim keberhasilan ini muncul setelah adanya laporan dari media CBS yang menyebutkan pilot telah dievakuasi menggunakan helikopter militer.
Strategi Evakuasi di Wilayah Musuh
Baca Juga: Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Dalam keterangannya, Donald Trump menjelaskan bahwa posisi sang pilot terus dipantau secara ketat oleh tim pemantau selama 24 jam penuh.
Meskipun personil tersebut menderita sejumlah luka akibat insiden jatuhnya pesawat, Trump memastikan bahwa kondisi kesehatannya tetap terjaga dengan baik.
"Atas instruksi saya, militer AS mengerahkan puluhan pesawatnya yang dilengkapi dengan senjata paling mematikan di dunia untuk menyelamatkannya. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah militer bahwa dua pilot AS telah diselamatkan, secara terpisah, meskipun mereka berada jauh di dalam wilayah musuh," ujar Trump.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan udara Amerika Serikat yang mampu menembus jantung pertahanan lawan demi menyelamatkan personelnya.
Namun, laporan dari Washington Post menyebutkan bahwa jet yang jatuh tersebut adalah F-15E yang memang dioperasikan oleh dua orang kru.
Nasib Pilot F-15E di Tangan Iran
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
-
Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel
-
Terancam Dipolisikan JK, Kubu Rismon Sianipar Berdalih Tudingan Dana Rp5 Miliar Hasil Olahan AI
-
Krisis Berlapis! Internet Shutdown, Listrik Terancam Ikut Mati, Warga Iran Cemas
-
Kemnaker Buka Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2: Kuota 2.100 Peserta
-
Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan
-
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru