-
China dan Rusia kompak mendesak gencatan senjata segera guna meredam konflik Iran dan Amerika.
-
Penghentian perang di Timur Tengah sangat vital bagi keamanan jalur distribusi energi Selat Hormuz.
-
Beijing serta Moskow menekankan peran objektif Dewan Keamanan PBB dalam menyelesaikan ketegangan militer global.
Memburuknya Kondisi Kawasan Timur Tengah
Fu Cong juga tidak menutupi fakta bahwa situasi di lapangan saat ini benar-benar sedang berada di titik nadir.
Aksi saling serang yang melibatkan kekuatan militer besar telah menciptakan efek domino yang sangat merugikan bagi masyarakat sipil.
“Situasi di Timur Tengah terus memburuk dan pertempuran masih meningkat,” katanya.
Eskalasi yang terus meroket ini dikhawatirkan akan memicu perang terbuka yang lebih luas jika tidak segera diredam secara kolektif.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sebelum dampak kerusakan menjadi semakin tidak terkendali bagi warga di sana.
Keamanan Jalur Navigasi Selat Hormuz
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan pelayaran internasional di wilayah Selat Hormuz yang vital.
Wilayah perairan ini merupakan urat nadi distribusi minyak dan energi dunia yang sangat sensitif terhadap gejolak keamanan militer.
Fu Cong berpendapat bahwa gangguan pada jalur navigasi ini akan berimplikasi langsung pada krisis ekonomi di berbagai belahan dunia.
“Cara mendasar untuk mengatasi keamanan navigasi di Selat Hormuz adalah mencapai gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran secepat mungkin,” tambahnya.
Baca Juga: Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
Tanpa adanya penghentian kekerasan, risiko gangguan pada distribusi logistik global akan tetap menghantui pasar internasional secara terus-menerus.
Desakan Rusia Untuk Penghentian Militer
Di sisi lain, Sergey Lavrov selaku perwakilan resmi Moskow juga menyuarakan kekhawatiran yang serupa terkait masa depan kawasan.
Rusia secara tegas meminta agar segala bentuk tindakan agresif yang bersifat provokatif segera diakhiri demi kebaikan bersama.
“Operasi militer harus segera dihentikan,” demikian pandangan yang disampaikan pihak Rusia, sebagaimana dikutip Fu.
Pesan dari Moskow ini menjadi sinyal kuat bahwa Rusia tidak ingin konflik ini berkembang menjadi perang besar yang tak berujung.
Sinergi antara China dan Rusia dalam hal ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman keamanan yang sedang menyelimuti Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?