-
Abbas Araghchi menyebut ancaman serangan energi Amerika Serikat adalah bukti kejahatan perang nyata.
-
Konflik sejak Februari 2026 telah menewaskan 1.300 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran.
-
Iran melakukan aksi balasan dengan serangan drone dan membatasi akses kapal Selat Hormuz.
Eskalasi kekerasan ini sebenarnya telah meletus sejak akhir bulan Februari lalu melalui operasi militer gabungan yang cukup masif.
Pasukan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah memulai rangkaian serangan ke wilayah kedaulatan Iran sejak tanggal 28 Februari.
Dampak dari operasi militer tersebut sangat menghancurkan dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah setiap harinya secara signifikan.
Tercatat lebih dari 1.300 orang telah kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata yang melibatkan teknologi tempur canggih tersebut.
Salah satu momen paling krusial dalam tragedi ini adalah gugurnya Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Kehilangan sosok pemimpin besar tidak membuat militer Iran menyerah, melainkan memicu gelombang serangan balasan yang sangat terukur.
Teheran mulai mengaktifkan armada pesawat tak berawak atau drone serta sistem rudal jarak jauh untuk menyerang balik aset lawan.
Operasi balasan ini ditujukan kepada posisi-posisi strategis di Israel sebagai aktor utama dalam serangan militer ke tanah Iran.
Selain itu, Iran juga menargetkan wilayah lain seperti Yordania dan Irak yang dianggap memberi ruang bagi kekuatan militer Amerika.
Baca Juga: Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran
Negara-negara di kawasan Teluk yang menyimpan aset perang milik Washington turut masuk dalam radar operasi pertahanan diri tersebut.
Langkah pertahanan Iran tidak hanya terbatas pada serangan fisik di darat dan udara, namun juga merambah ke jalur laut.
Salah satu tindakan yang paling mengguncang pasar dunia adalah keputusan Iran untuk membatasi lalu lintas kapal di jalur strategis.
Selat Hormuz kini berada dalam pengawasan ketat dan pembatasan akses yang diberlakukan secara sepihak oleh otoritas militer Iran.
Tindakan ini diambil demi menjaga integritas wilayah dan mencegah masuknya pasokan logistik musuh melalui jalur perairan internasional tersebut.
Hingga kini, dunia internasional masih menunggu langkah diplomasi selanjutnya untuk mencegah pecahnya perang skala penuh di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
-
Indonesia dalam Pusaran Waste Colonialism: Saat Limbah Global Berlabuh di Negeri Sendiri
-
Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 24,8 Triliun, Ribuan Madrasah Akan Direvitalisasi
-
Viral! 17 Tahun Bekerja Berujung Dipecat Gegara Gagalkan Pencurian Coklat Paskah
-
Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz
-
SBY Ingat Kirim AHY dan 2 Prajurit Muda ke Lebanon, Kini Jadi Menteri-menteri Prabowo
-
Aduan Warga di JAKI Berbalas Laporan Palsu AI, Pramono: Lebih Baik Belum Selesai Daripada Bohong
-
Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz
-
Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!