-
Gedung Putih membantah keras kabar hoaks Donald Trump masuk rumah sakit saat Paskah.
-
Isu kesehatan muncul akibat luka lebam dan absennya agenda publik sang presiden.
-
Steven Cheung menegaskan Presiden Trump tetap bekerja keras di Ruang Oval pekan ini.
Suara.com - Publik Amerika Serikat dikejutkan dengan kabar burung mengenai kondisi fisik terkini sang pemimpin negara.
Isu liar mengenai kesehatan Presiden Donald Trump mendadak membanjiri berbagai platform media sosial secara masif.
Presiden yang kini menginjak usia 79 tahun itu dikabarkan harus mendapatkan perawatan medis serius.
Kabar ini berhembus kencang sesaat sebelum masyarakat merayakan momentum sakral Hari Paskah tahun ini.
Para netizen mulai mempertanyakan kondisi fisik sang presiden yang belakangan ini menjadi sorotan tajam.
Kecurigaan muncul akibat adanya tanda lebam pada bagian kaki serta lengan sang presiden.
Beberapa pihak menilai bekas luka tersebut sengaja disamarkan menggunakan riasan kosmetik yang cukup tebal.
Beredar informasi bahwa Trump sedang berada di Walter Reed Medical Center yang berlokasi di Bethesda.
Lokasi rumah sakit militer tersebut disebut sebagai tempat sang presiden menjalani observasi kesehatan intensif.
Baca Juga: Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
Publik mulai mengaitkan hal ini dengan jadwal resmi yang dirilis oleh pihak istana.
Gedung Putih memang mengosongkan agenda publik Presiden selama masa akhir pekan tersebut berlangsung.
Ketiadaan jadwal pertemuan resmi inilah yang menjadi pemicu utama meledaknya berbagai teori konspirasi daring.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak internal pemerintahan segera memberikan pernyataan melalui akun media sosial mereka.
Tim komunikasi kepresidenan melalui akun Rapid Response 47 langsung memberikan serangan balik terhadap rumor tersebut.
Mereka menilai bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Presiden Trump merupakan hal yang tidak berdasar.
"Kaum liberal yang tidak rasional menciptakan teori konspirasi yang tidak masuk akal setiap kali @POTUS tidak berbicara kepada pers selama 12 jam. (Mereka tidak mengatakan apa pun ketika Biden secara rutin tidak berbicara kepada pers selama 12 hari)," demikian bunyi pernyataan Gedung Putih, dikutip PEOPLE.
Pernyataan tegas tersebut ditujukan untuk meredam kegelisahan pendukung sekaligus membungkam kritik dari lawan politik.
Tim sukses menekankan bahwa absennya suara presiden di depan publik bukan berarti sedang sakit.
Mereka menjamin bahwa kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Amerika Serikat tersebut dalam keadaan yang baik.
"Jangan khawatir! Presiden Trump secara harfiah tidak pernah berhenti bekerja," tambahnya.
Juru bicara resmi kemudian mengarahkan permintaan konfirmasi media kepada unggahan milik Direktur Komunikasi pemerintah.
Steven Cheung sebagai pemegang kendali komunikasi memberikan pembelaan melalui platform media sosial miliknya secara terbuka.
Cheung menampik kabar bahwa sang presiden sedang beristirahat apalagi menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia bahkan melontarkan pujian mengenai etos kerja yang ditunjukkan oleh sang presiden selama masa libur.
Pernyataan ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian bahwa aktivitas kenegaraan tetap berjalan seperti biasanya.
Menurutnya, Presiden tetap menjalankan tugas-tugas penting negara meskipun masyarakat sedang menikmati waktu libur bersama keluarga.
Segala spekulasi mengenai rawat inap di Bethesda dianggap sebagai upaya disinformasi untuk menjatuhkan citra presiden.
Narasi mengenai dedikasi tanpa henti ini menjadi senjata utama untuk menangkis isu kelemahan fisik.
Cheung menutup pernyataannya dengan memberikan doa dan harapan baik bagi sang pemimpin negara tersebut.
Hingga saat ini, aktivitas kepresidenan diklaim tetap berjalan normal tanpa gangguan kesehatan sedikitpun.
Rumor kesehatan ini pun akhirnya mereda seiring dengan penjelasan resmi yang dikeluarkan pihak istana.
Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumber kebenarannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!
-
Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'
-
Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Wanti-wanti Jangan Jadi Ajang 'Abuse of Power' dan Hengky-Pengky
-
DPR Apresiasi Kejagung Tindak Tegas Jaksa Kejari Karo: Pelajaran untuk Semua!
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Bos Gema Shafa Marwa hingga Aero Globe Indonesia
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?
-
Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU