News / Nasional
Senin, 06 April 2026 | 14:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan muncul di tengah permukiman kumuh bantaran rel kereta api, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026) sore. [Dok. Biro Pers Istana]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo membahas pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel kereta api di Istana Kepresidenan Jakarta.
  • Pemerintah berencana mengalihkan lahan strategis milik negara yang dikuasai pihak lain untuk kepentingan hunian rakyat rendah.
  • Kementerian terkait dan PT KAI segera memulai pembangunan hunian melalui sinergi kajian teknologi serta langkah strategis.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto membahas hunian layak untuk warga yang saat ini masih tinggal di bantaran rel kereta api. Pembahasan dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta dengan memanggil jajaran.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke pemukiman di pinggiran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Prabowo menjanjikan pembangunan layak bagi masyarakat setempat.

Terlihat hadir di Istana, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Perumahan dan Kawasan Permukimam Maruarar Sirait; dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

"Ya, mungkin itu salah satunya. Tapi nanti kami dari perguruan tinggi, siap mem-backup untuk kajian, peneliatannya, dari sisi teknologi, sehingga lebih efisien. Nanti saya laporkan setelah ini," kata Brian di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/4/2026).

Sementara itu, Maruarar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu-ragu menindaklanjuti arahan kepala negara untuk membangun hunian layak bagi warga.

Ia memastikan hunian yang diperuntukan untuk masyarakat dibangun di atas tanah negara.

"Jadi tanah negara kita harus hadir dan digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat. Jangan ragu-ragu, ya. Dan saya juga kemarin datang sudah ke lokasi di Tanah Abang dan juga tadi datang ke Bandung tadi pagi dengan Dirut Kereta Api," kata Maruarar.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukimam Maruarar Sirait. (Suara.com/Novian)

Maruarar mengungkapkan ada segelintir pihak yang kini menguasai tanah-tanah negara. Ia memastikan bahwa pemerintah akan kembali menguasainya demi kepentingan masyarakat.

"Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan juga masyarakat yang menengah dan tanggung," kata Maruarar.

Baca Juga: Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

Maruarar mengungkapkan tanah-tanah strategis milik negara berada baik di bantaran rel maupun di sejumlah kota besar.

"Iya, di banyak tempat. Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu ntuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir, ya. Kita mengurus negara ini harus punya nyali, ya, menegakkan kebenaran," kata Maruarar.

Ia menjelaskan kementerian/lembaga akan bersinergi untuk mempercepat rencana pembangunan hunian layak bagi masyarakat.

"Nanti dengan Kereta Api kita segera akan segera melakukan groundbreaking, ya di Bandung, ya untuk langkah-langkah strategi supaya bisa memanfaatkan lahan tanah-tanah negara untuk perumahan rakyat," kata Maruarar.

Load More