News / Nasional
Senin, 06 April 2026 | 17:48 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 72 siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis.
  • Wakil Menteri Kesehatan menyatakan penyebab insiden adalah proses pengolahan makanan yang memakan waktu terlalu lama hingga membahayakan siswa.
  • Badan Gizi Nasional akan mengevaluasi pengawasan mitra penyedia makanan serta menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa tersebut.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus buka suara soal kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Ia mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan terkait insiden yang menimpa puluhan siswa tersebut.

Benjamin menilai celah utama dalam kejadian ini berada pada proses pengolahan makanan yang dinilai memakan waktu terlalu lama.

"Ternyata proses pembuatannya lama sehingga terjadi insiden, peristiwa itu," ujar Benjamin di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Insiden kejadian itu terjadi di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, di mana sebanyak 72 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program MBG.

Gejala yang dialami para siswa meliputi sakit perut, diare, hingga mual. Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. 

Adapun menu yang disajikan saat kejadian berupa spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. 

Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati menyatakan insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap mitra penyedia makanan. Ia menyampaikan kalau pihaknya yang akab menanggung biaya pengobatan para korban. 

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik.

Baca Juga: Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Load More