-
Amerika dan Israel menyerang Universitas Sharif Teheran hingga merusak masjid dan fasilitas umum.
-
Lebih dari 30 universitas di Iran hancur akibat strategi militer yang menyasar pusat intelektual.
-
Menteri Sains Iran menyebut serangan kampus sebagai upaya mengembalikan negara mereka ke Zaman Batu.
Suara.com - Gelombang serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat bersama Israel menghanguskan fasilitas vital di Universitas Teknologi Sharif.
Peristiwa mencekam yang terjadi di pusat kota Teheran pada Senin (6/4) ini menyasar area publik kampus.
Laporan dari Aljazeera menyebutkan bahwa ledakan hebat memicu kebakaran pada stasiun pengisian bahan bakar umum.
Selain fasilitas publik, rumah ibadah di dalam lingkungan pendidikan tersebut juga tidak luput dari gempuran proyektil.
Kondisi infrastruktur pendidikan di Iran kini berada dalam titik nadir akibat eskalasi militer yang terus meningkat.
Dokumentasi visual yang dirilis media setempat memperlihatkan interior masjid kampus yang luluh lantak tertutup puing.
Material bangunan nampak berserakan di lantai setelah hantaman keras merusak struktur utama tempat ibadah mahasiswa tersebut.
Pihak berwenang di Teheran mengonfirmasi bahwa target serangan sengaja diarahkan pada titik-titik kumpul massa di kampus.
Narasi dalam unggahan resmi media Iran menegaskan kondisi memprihatinkan dari institusi pendidikan ternama tersebut saat ini.
Baca Juga: Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab
"Foto masjid di Universitas Sharif setelah musuh menggempur kampus," demikian keterangan berbahasa Farsi di unggahan tersebut.
Sejak akhir Februari lalu, intensitas serangan terhadap sektor pendidikan di Iran menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 30 unit universitas telah mengalami kerusakan total maupun parsial akibat operasi militer.
Serangan sistematis ini diyakini merupakan bagian dari strategi besar untuk melumpuhkan kapasitas intelektual negara tersebut.
Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Sarraf, memberikan pernyataan tegas mengenai arah serangan pasukan sekutu yang kian brutal.
Ia menyoroti pola serangan yang tampaknya sengaja membidik institusi pendidikan tinggi sebagai sasaran utama di lapangan.
Pemerintah Iran mencatat bahwa puluhan lembaga pendidikan tinggi telah menjadi korban langsung dari ledakan bom udara.
"Hingga saat ini, lebih dari 30 universitas telah menjadi target langsung," ujar Sarraf pada Minggu.
Pekan sebelumnya, militer Israel juga diketahui telah meluluhlantakkan Universitas Shahid Beheshti yang berlokasi di Teheran Utara.
Kampus tersebut bukan sekadar tempat belajar biasa, melainkan pusat riset strategis yang sangat krusial bagi pemerintah.
Fasilitas lain seperti Institut Riset Laser dan Plasma juga dilaporkan hancur akibat serangan udara dari pasukan Zionis.
Langkah penghancuran ini dianggap sebagai upaya untuk menghambat kemajuan teknologi dan sains yang sedang dikembangkan Iran.
Pemerintah Iran menilai tindakan ini merupakan sebuah upaya paksa untuk menghentikan inovasi domestik mereka secara permanen.
"Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu," kata Sarraf lagi.
Strategi militer Israel memang memfokuskan gempuran pada lokasi-lokasi pengembangan persenjataan dan program nuklir yang dianggap mengancam.
Pelemahan struktur pertahanan Iran dilakukan dengan cara menghancurkan fondasi ilmu pengetahuan dan laboratorium penelitian tingkat tinggi.
Selain infrastruktur fisik, keselamatan para akademisi kini berada dalam ancaman serius akibat eskalasi perang yang terbuka.
Sarraf mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak hanya mengincar bangunan, tetapi juga nyawa para pakar.
Para profesor dan peneliti jenius menjadi target operasi untuk memutus rantai regenerasi ilmu pengetahuan di negara Iran.
Data masa lalu menunjukkan bahwa banyak tenaga ahli yang telah kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata sebelumnya.
Dalam Perang 12 Hari tahun lalu, sebanyak beberapa pakar tewas imbas serangan kedua negara tersebut.
Kehancuran universitas-universitas ini menimbulkan trauma mendalam bagi ribuan mahasiswa yang kini kehilangan tempat untuk menimba ilmu.
Serangan di Universitas Sharif menjadi simbol betapa rentannya sektor sipil dan pendidikan di tengah ketegangan geopolitik global.
Kini publik internasional menantikan langkah diplomatik untuk menghentikan kehancuran total pada situs-situs ilmu pengetahuan di Teheran.
Dunia akademik global mulai menyuarakan keprihatinan atas hilangnya fasilitas riset yang seharusnya dilindungi dari konflik bersenjata.
Masa depan generasi muda Iran terancam suram jika pusat-pusat pendidikan terus dihujani bom setiap harinya tanpa henti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!
-
Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!
-
Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos
-
Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak
-
Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Bareskrim Ungkap Peran Vital The Doctor: Penyuplai Narkoba Ko Erwin dan White Rabbit Jakarta!
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!