- Seskab Teddy Indra Wijaya menyatakan belum mengetahui pernyataan Saiful Mujani terkait kritik program pemerintah di Istana Jakarta.
- Pengamat Saiful Mujani menilai program unggulan Presiden Prabowo berpotensi menjadi alat mobilisasi pemilih menjelang Pemilu 2029 mendatang.
- Teddy menegaskan Presiden Prabowo saat ini lebih memprioritaskan agenda strategis nasional daripada menanggapi polemik politik yang beredar.
Suara.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tidak banyak berkomentar terkait pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4/2026), Teddy mengaku belum mengikuti secara langsung pernyataan tersebut karena tengah disibukkan dengan berbagai pekerjaan.
"Saya masih banyak sekali kerjaan saya belum lihat beliau bicara apa," kata Teddy.
Pernyataan Saiful Mujani sebelumnya menuai perhatian karena menilai sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Danantara, sebagai bentuk “gentong babi”.
Dalam analisanya, Saiful menyebut program-program tersebut berpotensi digunakan sebagai alat mobilisasi pemilih menjelang Pemilu 2029.
Menanggapi hal itu, Teddy memilih tidak masuk ke dalam polemik. Ia justru menegaskan bahwa Presiden Prabowo saat ini tengah fokus pada agenda yang lebih besar dan strategis untuk kepentingan nasional.
"Apalagi bapak presiden, bapak presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami