- Pemerintah menyiapkan strategi irigasi menghadapi musim kemarau April hingga Desember 2026 guna menjaga produktivitas sektor pertanian nasional.
- Menteri Pekerjaan Umum memastikan Waduk Gajah Mungkur siap menyuplai air untuk 25.000 hektare lahan pertanian di Jawa Tengah.
- Kementerian PU melakukan pengerukan sedimen, pembangunan infrastruktur penahan tanah, serta penanaman pohon di hulu untuk menjaga keberlanjutan air.
Suara.com - Pemerintah terus mempersiapkan strategi untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi di sejumlah daerah pada April 2026. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kesiapan infrastruktur irigasi dan sarana pendukung lainnya.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga Desember 2026.
Lantas, bagaimana kesiapan sektor pengairan saat ini? Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air irigasi dalam kondisi siap menghadapi fenomena El Nino Godzilla, khususnya di wilayah Jawa Tengah yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa Waduk Gajah Mungkur akan memegang peranan penting dalam sistem irigasi.
Saat ini, waduk tersebut dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur.
Volume air yang tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik, dengan kapasitas tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik.
“Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kami menyiapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir,” ujar Dody, Selasa (7/4).
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk, Kementerian PU melakukan berbagai upaya pengendalian sedimentasi guna memperpanjang usia layanan bendungan.
Salah satunya adalah dengan mengoperasikan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen di dalam waduk.
Baca Juga: Mentan: Cadangan Beras Tembus Jutaan Ton, Stok Pangan Aman hingga Tahun Depan
Selain itu, telah dibangun tiga unit closure dike yang berfungsi menahan sedimen dari aliran Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk, sehingga dapat mengurangi laju pendangkalan.
Upaya konservasi juga dilakukan di wilayah hulu melalui penanaman pohon oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama masyarakat, guna memperbaiki kondisi daerah tangkapan air.
“Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar yang masuk ke waduk lebih banyak air dibandingkan sedimen,” tambah Dody.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian, guna menjaga produktivitas pertanian nasional.
Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah optimistis dampak El Nino terhadap pasokan pangan nasional dapat diminimalkan.
Berita Terkait
-
Pemerintah Jamin Stok Beras Aman, Cadangan Capai 4,5 Juta Ton
-
Mentan: Cadangan Beras Tembus Jutaan Ton, Stok Pangan Aman hingga Tahun Depan
-
Mentan Amran Sulaiman Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla
-
Fenomena Godzilla El Nino Berpotensi Mengancam Ketahanan Pangan
-
Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Turun ke Bengkalis Pastikan Pemadaman Karhutla Maksimal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut