News / Nasional
Selasa, 07 April 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi Jamaah haji Indonesia. [ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menilai kesiapan infrastruktur haji 2026 di Arab Saudi belum mencapai target maksimal.
  • Pembangunan fasilitas tenda di Arafah dan Mina harus segera diselesaikan oleh pihak Syarikah dan Kidana sebelum kedatangan jemaah.
  • Komisi VIII DPR RI akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Agama untuk menindaklanjuti kekurangan fasilitas fisik tersebut.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, memberikan catatan serius terkait kesiapan infrastruktur penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. 

Berdasarkan pantauan langsung di Arab Saudi selama lima hari terakhir, ia mengungkapkan bahwa persiapan fasilitas untuk jemaah Indonesia belum mencapai target maksimal.

Menurutnya, meskipun sektor keamanan dan katering sudah berjalan, namun pengerjaan fisik di lapangan masih jauh dari kata selesai, terutama di wilayah krusial seperti Arafah dan Mina.

"Persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen ya. Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina. Itu belum selesai," tegas Abdul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kondisi fasilitas yang belum rampung 100 persen ini menjadi perhatian utama DPR, mengingat waktu kedatangan jemaah sudah sangat dekat. 

Ia mendesak pihak Syarikah dan Kidana selaku penanggung jawab penyediaan fasilitas di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka.

"Saya minta kepada Syarikah yang menyiapkan ini, dan termasuk Kidana, pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera," ujarnya.

Urgensi ini semakin mendesak lantaran otoritas Arab Saudi akan mulai membersihkan wilayah tersebut dari non-jemaah pada 18 April mendatang. Sementara itu, jemaah haji pertama dijadwalkan sudah mulai memasuki Arab Saudi pada 21 April.

"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia. Diharapkan Syarikah benar-benar menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting," tambahnya.

Baca Juga: Balik ke Indonesia, Awkarin Langsung Ziarah ke Makam Lula Lahfah

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa dari segi keamanan, pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan meskipun kondisi Timur Tengah tengah memanas akibat konflik Iran-Israel. 

Namun, DR tidak ingin jaminan keamanan tersebut menutup mata terhadap kekurangan fasilitas fisik.

Sebagai tindak lanjut dari temuan "belum 100 persen" tersebut, Komisi VIII DPR RI akan segera menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Agama dan jajarannya pada Rabu besok.

"Kami akan rapat bersama Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji terkait dengan kekurangan-kekurangan yang segera ini. Kami sebagai lembaga pengawasan menyampaikan kepada Menteri supaya Menteri menyampaikan kepada vendor yang membangun tenda di Arab Saudi," pungkasnya.

Load More