News / Nasional
Kamis, 09 April 2026 | 06:05 WIB
Mangrove Seruni di Kabupaten Lombok Timur, Rabu (18/4/2026). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)
Baca 10 detik
  • Masyarakat pesisir Lombok Timur berkomitmen memulihkan ekosistem mangrove guna mencegah banjir rob.
  • Pemerintah desa menerbitkan aturan perlindungan mangrove dan membentuk kelompok pengawas untuk mencegah penebangan liar.
  • Program rehabilitasi melalui teknik guludan telah berhasil menanam puluhan ribu pohon mangrove.

Meski demikian, Lukman menyampaikan dalam praktiknya penanaman mangrove tidak mudah.

Diketahui, WVI bersama masyarakat setempat telah menanam sekitar 14.700 mangrove di luas wilayah sekitar 1,24 hektar. Namun, kekinian yang berhasil sekitar 80 ribu.

"Kita temukan banyak tantangan, terlebih lagi yang menjadi fakor utama pasang surut banjir laut atau rob ini," kata dia.

Kekinian, mereka sudah mendapatkan metode penanaman yang sejauh ini presentasenya lebih berhasil dengan menggunakan teknik guludan.

"Dengan WVI dan pemuda kita pikirin metode yang kita gunakan. Dan tercetuslah kesepakatan teknik guludan," kata dia.

Meski teknik tersebut berhasil kata Lukman, masyarkat setempat harus terus melakukan monitoring selama dua minggu sekali karena menggunakan media tanam bambu hingga perbaikan berkala.

"Dengan metode guludan ini 100 persen berhasil semua tumbuh, tapi ada yang rusak bagian tantangan kita dan evaluasi," kata dia.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, dengan adanya ekowisata di area desa ini meningkatkan kesadaran masyarakat setempat untuk ikut menjaga mangrove.

"Golnya ini ekowisata yang membuat masyarakat percaya selain ada dampak keamanan, ada peluang usaha di situ. Ini peluang yang dilihat masyarakat," kata dia.

Baca Juga: Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi

Antisipasi jika Ada Banjir Rob

Masyarakat pesisir di sana kata Bambang, mengidentifikasi jika akan ada banjir rob dari bulan purnama. Menurutnya jika bulan purnama tiba hamper bisa dipastikan akan terjadi banjir rob.

Penanangan mangrove di Kabupaten Lombok Timur, Rabu (18/4/2026). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Untuk ketinggian air berbeda-beda, namun untuk di desa ini sampai menyentuh angka sampai 1 meter, apalagi jika dibarengi dengan turunya hujan.

"Imbas dari banjir rob ini biasanya banyak masyarakat samapi kena demam berdarah, sangat besar sekali dampaknya," ucap dia.

Selain itu Bambang juga memuji MARVEL, dimana pihak WVI kata dia, selama sekitar dua tahun terakhir sudah melakukan edukasi pada anak-anak atau remaja desa untuk bisa menjaga lingkungan dan mangrove.

"Kami berharap adik-adik kita yang masih kecil akan tetap terjaga memorinya menjaga ekosistem mangrove," jelas dia.

Project Coordinator MARVEL East Lombok, Maria Natalia Pratiwi, juga berharap dengan adanya program rehabilitasi mangrove dan ekowisata ada nilai tambah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Load More