- Kemenhaj RI mewacanakan sistem "war tiket" agar calon jamaah haji dapat berangkat tanpa perlu menunggu antrean bertahun-tahun.
- Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar menjelaskan inisiatif ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan sistem haji yang efisien.
- Pemerintah kini sedang menggodok regulasi agar transisi sistem tidak merugikan 5,7 juta jamaah yang sudah masuk daftar tunggu.
Suara.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini tengah mewacanakan sebuah perubahan besar dalam sistem keberangkatan ibadah haji di Indonesia.
Langkah revolusioner ini direncanakan melalui skema “war tiket” yang bertujuan agar calon jamaah tidak lagi harus terjebak dalam antrean panjang yang bisa memakan waktu berpuluh-puluh tahun.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa gagasan ini bukan tanpa alasan.
Hal tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya terobosan nyata agar pelaksanaan ibadah haji bagi warga negara Indonesia menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Akar Masalah Antrean Panjang Haji di Indonesia
Persoalan antrean haji di Indonesia memang menjadi isu klasik yang terus berulang setiap tahunnya. Menurut Dahnil, kondisi antrean yang sangat panjang ini tidak terlepas dari sistem pengelolaan dana haji yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah pendaftar dari berbagai pelosok negeri.
Sejak kehadiran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke tanah suci meningkat secara signifikan.
Hal itu secara langsung berdampak pada penumpukan daftar tunggu yang semakin mengular di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
“Karena sudah ada keuangan haji, kita terpaksa ngantre. Semakin banyak, semakin lama yang ngantre,” ucap Dahnil menjelaskan korelasi antara kemudahan pendaftaran dengan durasi tunggu yang harus dihadapi jamaah.
Dalam tinjauannya, Dahnil juga membandingkan bagaimana sistem ini berjalan di sejumlah negara lain yang memiliki populasi muslim besar.
Malaysia, sebagai negara tetangga, juga mengalami kendala antrean panjang karena menerapkan sistem Tabungan Haji yang serupa dengan Indonesia.
Namun, kondisi berbeda terlihat di negara lain seperti India, di mana antrean keberangkatan haji tidak sepanjang di Indonesia.
Mengenal Skema 'War Tiket' Haji
Istilah "war tiket" yang biasanya akrab di telinga generasi muda saat berburu tiket konser, kini mulai dikaji untuk diterapkan dalam sistem pelayanan publik haji.
Berita Terkait
-
Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
-
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global