- Kemenhaj RI mewacanakan sistem "war tiket" agar calon jamaah haji dapat berangkat tanpa perlu menunggu antrean bertahun-tahun.
- Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar menjelaskan inisiatif ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan sistem haji yang efisien.
- Pemerintah kini sedang menggodok regulasi agar transisi sistem tidak merugikan 5,7 juta jamaah yang sudah masuk daftar tunggu.
Dahnil menjelaskan bahwa skema ini mengacu pada pembagian kuota haji yang didapatkan dari Pemerintah Arab Saudi, yang kemudian ditawarkan secara langsung kepada calon jamaah.
Dengan sistem ini, pemerintah berencana membuka akses kuota secara terbuka sehingga calon jamaah bisa mendapatkan kepastian keberangkatan tanpa harus melalui daftar tunggu yang bersifat kronologis selama bertahun-tahun.
"Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre," jelas Dahnil mengenai gambaran awal mekanisme tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas birokrasi antrean dan memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kesiapan finansial dan fisik untuk berangkat lebih awal, tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi seluruh calon jamaah.
Perlindungan Bagi 5,7 Juta Jamaah di Daftar Tunggu
Meskipun wacana ini menawarkan solusi untuk mempercepat keberangkatan, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
Saat ini, terdapat tantangan besar berupa perlindungan bagi calon jamaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu resmi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 5,7 juta orang.
Pemerintah harus memastikan bahwa transisi ke sistem baru tidak akan merugikan mereka yang sudah menanti giliran selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, wacana "war tiket" ini masih berada dalam tahap penggodokan yang sangat mendalam di internal kementerian.
“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya menekankan komitmen kementerian dalam merealisasikan visi Presiden Prabowo.
Baca Juga: Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
Dahnil kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh Kemenhaj terkait penerapan skema tersebut.
Berbagai model simulasi dan kajian regulasi masih terus dilakukan agar reformasi sistem haji ini dapat berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang telah lama menunggu kepastian keberangkatan.
"Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud," kata Dahnil.
Berita Terkait
-
Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
-
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan
-
Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR
-
BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi