- Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Menteng, Jakarta, pada Kamis (9/3/2026).
- Megawati mengusulkan kerja sama penanaman pohon untuk mendukung program lingkungan Arab Saudi sekaligus perluasan kuota ibadah haji tahun 2030.
- Arab Saudi meminta Megawati berkontribusi meredakan ketegangan geopolitik Timur Tengah karena posisinya sebagai tokoh berpengaruh di dunia global.
Suara.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di kediamannya, Menteng, Jakarta, Kamis (9/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kerja sama lingkungan hingga stabilitas geopolitik di Timur Tengah.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Mengawali perbincangan, Megawati sempat memberikan apresiasi atas pemberian bunga anggrek putih dari Dubes Faisal yang diletakkan di ruang pertemuan.
"Anggrek berwarna putih yang asli, yang lain rekayasa genetika," kata Megawati sambil tersenyum menyambut sang Dubes.
Selain menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri, Dubes Faisal juga secara khusus mengucapkan selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan yang diterima Megawati dari Princess Nourah University (PNU) di Riyadh pada Februari lalu.
Megawati pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi, termasuk saat dirinya melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga tak lama setelah menerima gelar tersebut.
"Saya berterima kasih karena proses umroh yang saya jalani kemarin berjalan dengan baik," ujar Megawati kepada Dubes Faisal.
Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, yang turut mendampingi dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Megawati mengusulkan kerja sama penghijauan di kota suci.
Megawati mengusulkan penanaman "Pohon Soekarno" sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana perluasan kuota haji hingga 6 juta orang pada tahun 2030.
Baca Juga: Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
"Dubes Saudi sangat gembira dengan usulan Ibu Megawati dan menjelaskan bahwa Arab Saudi memang memiliki program penanaman 10 miliar pohon. Karena itu beliau dengan tangan terbuka akan menyambut tawaran Ibu Megawati," ungkap Basarah.
Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan bibit serta hasil penelitian mengenai jenis pohon yang adaptif dengan iklim di Arab Saudi.
Terkait dinamika politik internasional, Dubes Faisal secara eksplisit meminta kesediaan Megawati untuk berkontribusi aktif dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Arab Saudi memandang Megawati sebagai tokoh berpengaruh yang suaranya didengar oleh dunia Islam maupun komunitas global.
"Menurut Dubes Arab Saudi, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sosok penting dalam politik lokal dan global yang memiliki perhatian pada isu lingkungan dan geopolitik, karena itu suara Ibu Megawati sangat penting dan berdampak pada dunia Islam dan global untuk menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia," terang Basarah mengutip pernyataan Dubes Saudi.
Merespons permintaan tersebut, Megawati menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung dan menegaskan kesiapannya untuk menjadi mediator perdamaian, sebagaimana pengalaman diplomasi yang pernah ia jalankan sebelumnya.
Berita Terkait
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Bantah KPK, Pengacara Ono Surono: Penyidik yang Paksa Matikan CCTV, Lalu Sita Uang Arisan!
-
Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Pengamat: Dasco Baca Situasi Dunia, Maka Jadi 'Arsitek Pertemuan' Prabowo-Mega
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya