- Perundingan 21 jam antara AS dan Iran di Pakistan berakhir buntu karena Teheran menolak tuntutan untuk menghentikan program nuklirnya.
- Gagal di meja perundingan, Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz dan mengirim pihak yang menyerang kapal AS ke neraka.
- Garda Revolusi Iran merespons dengan peringatan keras bahwa setiap langkah salah musuh akan menciptakan "pusaran maut" dan menganggap kehadiran kapal militer sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Suara.com - Upaya diplomasi antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, kembali menemui jalan buntu.
Perundingan krusial selama 21 jam itu berakhir tanpa hasil, memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump yang langsung melontarkan ancaman mengerikan terkait pemblokiran Selat Hormuz.
Ancaman tersebut langsung dijawab dengan peringatan mematikan dari pihak Garda Revolusi Iran yang siap mengubah strategi perairan itu menjadi pusaran maut bagi musuh.
Negosiasi kebuntuan ini dipicu oleh penolakan Teheran terhadap tuntutan Washington agar mereka menghentikan sepenuhnya program nuklir mereka.
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut bahwa ia telah mengungkap "garis merah", namun Iran menolak menerimanya.
Sebaliknya, media Iran menuding kegagalan ini disebabkan oleh tuntutan AS yang terlalu berlebihan.
Menyikapi kebuntuan ini, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan memulai proses pemblokiran Selat Hormuz.
"Kami akan mencapai titik di mana setiap orang diperbolehkan masuk dan semua orang diperbolehkan keluar. Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut," ujar Trump dikutip dari Haberler.
Ia bahkan secara terbuka mengancam, “Setiap orang Iran yang menembaki kami atau kapal yang damai akan dikirim ke neraka.”
Baca Juga: Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!
Tanggapan Keras Iran ke AS
Tanggapan pertama dari Iran datang dari Komando Pasukan Angkatan Laut Garda Revolusi yang langsung membagikan rekaman drone pengintai di Selat Hormuz.
Menyertai rekaman tersebut, mereka menegaskan bahwa seluruh lalu lintas laut berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran.
“Setiap langkah yang salah akan menjebak musuh dalam pusaran mematikan di Selat Hormuz,” bunyi peringatan keras dari Garda Revolusi Iran.
Dalam pernyataan lanjutannya, mereka menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk kapal sipil yang tidak berbahaya, bertentangan dengan klaim musuh.
Namun, mereka diperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer asing untuk mendekati selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dibalas dengan keras.
Berita Terkait
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS
-
Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Bantah Hoaks Penolakan, Habiburokhman Tegaskan DPR 'Gaspol Pakai Turbo' Bahas RUU Perampasan Aset
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
-
Pesan 'Bunda' untuk Siswa di Hari Pertama MPLS 2026: Saling Jaga Teman, Jangan Ada Lagi Perundungan
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku