-
Trump resmi memulai blokade Selat Hormuz setelah perundingan nuklir dengan Iran gagal total.
-
Amerika Serikat mengancam akan menghancurkan pasukan Iran jika menyerang kapal militer atau sipil.
-
Blokade maritim ini mengancam stabilitas pasokan minyak dunia dan meningkatkan risiko perang terbuka.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya telah memberikan peringatan keras bahwa mereka memegang kendali penuh atas navigasi di jalur sempit tersebut.
Pihak Iran menyatakan bahwa hanya kapal sipil yang mematuhi regulasi tertentu yang diperbolehkan melintas, sementara kapal militer akan dianggap sebagai pelanggar gencatan senjata.
Sentimen pasar global mulai terguncang karena arus lalu lintas kapal yang melambat secara signifikan akibat ancaman konflik bersenjata yang bisa pecah kapan saja.
Trump pun tidak ragu mengeluarkan ancaman mematikan bagi pasukan Iran yang berani melakukan tindakan agresif terhadap pasukannya atau kapal-kapal yang dianggap damai.
Risiko Runtuhnya Gencatan Senjata Rapuh
Pernyataan Trump di media sosial ini memicu kekhawatiran besar di kalangan diplomat internasional terkait keberlangsungan gencatan senjata dua minggu yang sangat rapuh.
“Tentu saja ada alarm yang berbunyi di sini di GCC [Dewan Kerjasama Teluk] bagi negara-negara yang berharap gencatan senjata ini akan melampaui dua minggu itu,” lapor Zein Basravi dari Al Jazeera.
Banyak pihak berharap gencatan senjata ini bisa bertransformasi menjadi perdamaian jangka panjang, namun tindakan blokade justru menarik mundur proses diplomasi tersebut ke titik nol.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, turut menyuarakan keresahannya dan meminta agar kedua belah pihak tetap memprioritaskan dialog dibandingkan kekuatan senjata.
Baca Juga: Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh
“Saya mendesak agar gencatan senjata diperpanjang dan pembicaraan dilanjutkan,” tulis Badr Albusaidi dalam unggahan media sosialnya sebagai upaya meredakan situasi.
Trump mengklaim bahwa Inggris dan beberapa negara lain akan mengirimkan kapal penyapu ranjau untuk membantu Amerika Serikat, meski klaim ini belum dikonfirmasi London.
Namun, di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, kebijakan blokade ini memanen kritik tajam dari para politisi Partai Demokrat yang meragukan efektivitas strategi tersebut.
Senator Mark Warner secara terbuka menyatakan kebingungannya terhadap logika pemblokiran selat sebagai alat untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran.
“Saya tidak mengerti bagaimana memblokade selat entah bagaimana akan mendorong Iran untuk membukanya,” kritik Senator Mark Warner dalam sebuah wawancara TV.
Perselisihan mengenai sistem retribusi atau tol yang coba diterapkan Iran pasca-perang tetap menjadi batu sandungan utama yang memicu kemarahan Gedung Putih dan sekutunya.
Krisis di Selat Hormuz merupakan kelanjutan dari perang yang pecah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Selat Hormuz secara geografis merupakan titik sempit yang menghubungkan produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar utama di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Konflik ini telah menyebabkan instabilitas harga energi dunia dan menempatkan ekonomi global dalam risiko resesi akibat terganggunya rantai pasok minyak secara masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Bantah Hoaks Penolakan, Habiburokhman Tegaskan DPR 'Gaspol Pakai Turbo' Bahas RUU Perampasan Aset
-
Pakar: Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung Tak Punya Dasar Hukum, Hanya Redam Konflik Institusi
-
Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS
-
Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
-
Pesan 'Bunda' untuk Siswa di Hari Pertama MPLS 2026: Saling Jaga Teman, Jangan Ada Lagi Perundungan
-
Anak Korban Kekerasan Seksual 27 Pria di Sampang Butuh Pemulihan, Bukan Sekadar Hukuman Pelaku
-
Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?