- Mendagri Tito Karnavian melaporkan tingkat kemiskinan seluruh provinsi di Papua masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 8,25 persen.
- Provinsi Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya mencatatkan tren penurunan angka kemiskinan yang positif selama periode terakhir.
- Provinsi Papua Tengah mengalami kondisi stagnan, sementara tingkat kemiskinan di Papua Selatan justru menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan data terbaru mengenai tingkat kemiskinan di wilayah Papua dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/4/2026).
Dalam laporannya, ia menyoroti bahwa meski beberapa wilayah menunjukkan perbaikan, angka kemiskinan di seluruh provinsi di Papua masih berada di atas rata-rata nasional.
Ia mengungkapkan, bahwa kekinian tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,25 persen.
Sementara itu, seluruh provinsi di Papua mencatatkan persentase masyarakat miskin yang jauh lebih tinggi dari angka tersebut.
"Kita melihat bahwa tingkat kemiskinan di seluruh Papua itu di atas nasional. Ini bukan bagus, karena makin besar angkanya menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang miskin besar," ujar Tito di hadapan anggota Komisi II DPR RI.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan tren positif yang signifikan. Angka kemiskinan di wilayah tersebut berhasil ditekan dari 32,97 persen pada tahun 2024 menjadi 27,21 persen.
Tren penurunan jumlah warga miskin juga terlihat di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang kini berada di posisi 17,5 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi di Papua Tengah yang cenderung stagnan.
"Di Papua Tengah relatif tidak banyak pergerakan, angkanya 29,45%. Jadi hampir sepertiga masyarakat Papua Tengah itu masuk kelompok miskin," jelasnya.
Kekhawatiran utama muncul pada data Provinsi Papua Selatan. Berbeda dengan wilayah lain yang menunjukkan tren menurun atau landai, Papua Selatan justru mengalami kenaikan angka kemiskinan sebesar kurang lebih 2 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Baca Juga: Mendagri Tito: Inflasi Bulanan 3 Daerah Terdampak Bencana Membaik
"Di Papua Selatan, kita melihat ada kecenderungan menaik warga yang miskin. Dari 17,44% ke angka 19,26% selama 2024–2025. Ini yang perlu jadi perhatian," tegas mantan Kapolri tersebut.
Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa data ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah di Papua, khususnya di wilayah yang mengalami tren kenaikan atau stagnasi.
Meskipun Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya menunjukkan progres yang baik, Tito mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada karena seluruh wilayah tersebut belum mampu menyentuh angka kemiskinan di level rata-rata nasional.
"Tren yang bagus ada di Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Tapi yang landai tidak banyak pergerakan itu Papua Tengah, dan yang cenderung menaik itulah di Papua Selatan. Ini harus kita sikapi bersama," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas