- Survei Poltracking Indonesia pada 13 Februari 2026 menempatkan Prabowo sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi untuk Pilpres 2029.
- Gibran menempati posisi puncak elektabilitas calon wakil presiden dalam survei spontan yang dilakukan lembaga tersebut.
- Sebagian besar responden masih belum menentukan pilihan politiknya baik untuk posisi calon presiden maupun calon wakil presiden.
Suara.com - Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan nama Presiden Prabowo Subianto masih mendominasi elektabilitas calon presiden (capres) Pilpres 2029 secara spontan atau top of mind.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa dalam simulasi tanpa bantuan nama, Prabowo memperoleh angka tertinggi.
"Elektabilitas calon presiden yang kita rekam dari data top of mind atau dari spontanitas pemilih ketika ditanggap siapa calon presiden yang akan Bapak Ibu Saudara pilih, responnya 32,9 persen itu adalah Prabowo Subianto, top of mind ya," kata Masduri dalam konferensi pers virtual, Senin (13/2/2026).
"Jadi kita tanya secara langsung tanpa menyebutkan nama-nama," katanya menambahkan.
Di posisi berikutnya, muncul nama Dedi Mulyadi dengan perolehan 13,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 9,2 persen.
Peringkat keempat muncul nama Gibran Rakabuming Raka dengan torehan 4,2 persen.
Namun demikian, Masduri menekankan masih tingginya pemilih yang belum menentukan pilihan lantaran pilpres sendiri masih lama.
"Ini tentu penting untuk diperhatikan bahwa ada pemilih yang masih belum menentukan pilihan itu di angka 28,8 persen," ujarnya.
Sementara itu, dalam simulasi elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) secara top of mind, nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di posisi teratas.
Baca Juga: Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
"Kita bertanya siapa wakil presiden yang akan dipilih tanpa menyebutkan nama-nama secara langsung, wakil presiden Gibran ya, yang saat ini sedang menjabat di 26,8 persen," kata Masduri.
Di bawah Gibran, kembali muncul nama Dedi Mulyadi dengan 8,9 persen.
Disusul Mahfud MD sebesar 4,3 persen. Nama lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut dalam hasil survei, meski berada di bawah 5 persen.
Masduri kembali menyoroti tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan pada simulasi cawapres.
"Meskipun lagi-lagi pemilih yang merespon tidak tahu atau tidak jawab ini, penting untuk diperhatikan angkanya ada 38,8%, lebih tinggi dibandingkan dengan pemilih calon presiden," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo
-
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
-
Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!
-
Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan
-
Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama
-
Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!