- Panglima Militer Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba, menuntut pemerintah Turki membayar USD1 miliar dan memberikan seorang perempuan dalam 30 hari.
- Tuntutan tersebut disampaikan melalui media sosial pada 11 April 2026 sebagai kompensasi atas stabilitas keamanan di Somalia yang dijaga Uganda.
- Muhoozi mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik, mengusir kedutaan Turki, serta melarang operasional Turkish Airlines jika permintaannya tidak segera dipenuhi.
Suara.com - Jagat diplomasi internasional kembali diguncang oleh aksi kontroversial Panglima Militer Uganda, Jenderal Muhoozi Kainerugaba. Putra Presiden petahana Yoweri Museveni ini melontarkan tuntutan yang tidak lazim kepada pemerintah Turki.
Dikutip dari India Today, Senin (13/4/2026), dia meminta uang tunai sebesar USD1 miliar atau sekitar Rp15,8 triliun, dan seorang perempuan tercantik dari negara tersebut untuk dijadikan istrinya.
Tuntutan aneh ini disampaikan Muhoozi melalui serangkaian unggahan di platform media sosial X pada Sabtu, 11 April 2026.
Tidak main-main, sang jenderal memberikan tenggat waktu selama 30 hari kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk memenuhi permintaan tersebut.
Jika gagal, ia mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik secara total, termasuk mengusir Kedutaan Besar Turki dari ibu kota Uganda, Kampala.
Motif di Balik Tuntutan 'Dividen Keamanan'
Bagi Muhoozi, tuntutan uang USD1 miliar tersebut bukanlah tanpa alasan. Ia menuding Turki telah meraup keuntungan besar dari berbagai proyek infrastruktur, pengelolaan pelabuhan, hingga bandara di Mogadishu, Somalia.
Sementara itu, Uganda telah memikul beban keamanan yang berat selama hampir dua dekade dalam memerangi kelompok militan Al-Shabab, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda melalui misi Uni Afrika.
"Selain USD1 miliar dari Turki, saya menginginkan wanita tercantik di negara itu untuk menjadi istri!" tulis salah satu unggahan Muhoozi di akun X miliknya.
Baca Juga: Dari Istanbul yang Dinamis hingga Antalya yang Hangat: Intip Wajah Wisata Turki Tahun Ini
Ia menilai Turki telah "menusuk dari belakang", dengan memanen hasil ekonomi di Somalia tanpa memberikan kompensasi kepada negara-negara yang menjaga stabilitas di sana.
Dengan nada provokatif, ia menegaskan kesepakatan ini sangatlah sederhana bagi negara sebesar Turki.
"Bagi Turki, ini adalah kesepakatan yang sangat sederhana.... Entah mereka membayar kami atau saya menutup kedutaan mereka di sini. Mereka bisa membalas dan menutup kedutaan kami di Turki juga. Tidak masalah," tegas Muhoozi.
Ultimatum 30 Hari dan Ancaman terhadap Turkish Airlines
Ketegangan ini diperkirakan akan berdampak luas pada sektor transportasi dan ekonomi. Selain mengancam menutup kedutaan, Muhoozi juga memperingatkan akan melarang maskapai nasional Turkish Airlines beroperasi di ruang udara Uganda.
Langkah ini dinilai akan sangat merugikan hubungan perdagangan kedua negara yang sedang berkembang.
"Jika Turki tidak menangani masalah kami, Uganda akan memutuskan hubungan diplomatik dalam waktu 30 hari," ancamnya.
Panglima militer yang sering disebut sebagai calon kuat penerus ayahnya ini, juga mendesak seluruh warga Uganda untuk menghindari perjalanan ke Turki demi keamanan mereka sendiri.
Ia menekankan, hubungan diplomatik ini harus ditanggapi dengan serius dan bukan sekadar permainan media sosial.
"Lupakan permainan Twitter. Kami akan segera menutup hubungan diplomatik dengan mereka. Siapa yang butuh teman yang terus menusuk Anda dari belakang," tambahnya dalam unggahan lain.
Rekam Jejak Kontroversial: Dari PM Italia hingga Serangan ke Kenya
Ini bukan kali pertama Jenderal Muhoozi Kainerugaba memicu kontroversi global, dengan tuntutan yang dianggap seksis dan aneh.
Pada tahun 2022, ia sempat menggemparkan dunia setelah menawarkan 100 ekor sapi Ankole—yang ia sebut sebagai sapi tercantik di dunia—kepada Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, sebagai mas kawin untuk melamarnya.
Kala itu, Muhoozi bahkan mengancam akan melakukan invasi ke Roma jika tawarannya ditolak.
"Jika orang Romawi menolak sapi kami, itu berarti kami harus merebut Roma. Itu akan memakan waktu beberapa hari bagi kami untuk melakukannya," ujarnya saat itu.
Tak hanya Italia, negara tetangga seperti Kenya pun pernah menjadi sasaran gertakannya. Muhoozi pernah mengeklaim bahwa pasukannya hanya butuh waktu dua minggu untuk menaklukkan Nairobi.
Aksi tersebut membuat ayahnya, Presiden Museveni, harus turun tangan meminta maaf secara resmi kepada publik dan mencopot Muhoozi sementara dari jabatannya.
Dukungan Terbuka untuk Israel
Di tengah ketegangannya dengan Turki, Muhoozi secara mengejutkan juga menyatakan dukungan militer penuh kepada Israel.
Hal ini dipandang sebagai manuver politik untuk menarik dukungan dari pihak Barat atau justru memperkeruh polarisasi di kawasan.
"Saya siap mengerahkan 100.000 tentara Uganda ke Israel, di bawah komando saya," tulisnya.
Hingga saat ini, baik pemerintah Turki maupun pejabat Somalia belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuntutan nyeleneh sang jenderal.
Otoritas Uganda pun belum memberikan klarifikasi, apakah pernyataan tersebut mencerminkan sikap resmi negara atau sekadar opini pribadi seorang panglima militer yang haus perhatian.
Namun, dengan posisinya yang sangat kuat di lingkaran kekuasaan Uganda, ancaman ini tetap menjadi perhatian serius bagi korps diplomatik internasional.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Istanbul yang Dinamis hingga Antalya yang Hangat: Intip Wajah Wisata Turki Tahun Ini
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Kronologis Penyerangan Konsulat Israel di Istanbul: Satu Pelaku Tewas Tertembak
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Bumerang Perangi Iran: Israel Terancam Kehilangan Miliaran Dolar Akibat Manuver Turki
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada