- Kegagalan diplomasi di Islamabad memicu Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade jalur kapal dan menghancurkan armada militer di Selat Hormuz.
- Angkatan Laut Iran merespons dingin ancaman tersebut dan memastikan wilayah maritim strategis itu berada di bawah kendali keamanan penuh mereka.
- Teheran menolak keras desakan sepihak AS untuk menghentikan program nuklir dan siap membalas setiap pelanggaran gencatan senjata dengan tegas.
Suara.com - Kegagalan Perundingan Islamabad antara Teheran dan Washington memicu babak baru ketegangan setelah ancaman blokade militer Presiden AS Donald Trump di Selat Hormuz direspons dingin oleh Republik Islam Iran.
Menganggap gertakan Washington sebagai sesuatu yang konyol, Angkatan Laut Iran justru semakin memperkuat patroli kedaulatan mereka untuk memantau setiap pergerakan agresif armada musuh di perairan strategis Timur Tengah.
Alih-alih terintimidasi oleh ultimatum sepihak AS yang mendesak penghentian program nuklir, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dengan tegas menyatakan bahwa negaranya pantang menyerah dan siap membalas setiap agresi dengan kekuatan penuh.
Keteguhan Teheran Menghadapi Intimidasi
Sekembalinya dari negosiasi maraton di Pakistan, Ghalibaf memastikan bahwa delegasi Iran sebenarnya telah menyodorkan inisiatif konstruktif yang sayangnya gagal direspons dengan itikad baik oleh pihak Amerika Serikat.
Pemimpin delegasi perundingan tersebut menegaskan bahwa ancaman militer dari Gedung Putih sama sekali tidak akan mampu menggoyahkan pendirian kedaulatan Teheran.
"Jika mereka berperang, kami akan berperang, dan jika mereka maju dengan logika, kami akan menghadapinya dengan logika," tegas Ghalibaf dikutip dari Al Arabiya, Selasa (14/4/2026).
"Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberi mereka pelajaran yang lebih besar."
Gertak Sambal Konyol di Jalur Perdagangan Dunia
Baca Juga: Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
Sikap tidak pantang menyerah ini turut digaungkan oleh Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, yang secara terbuka menertawakan rencana blokade maritim yang dilontarkan oleh Donald Trump.
"Orang-orang pemberani dari angkatan laut Tentara Republik Islam Iran sedang memantau dan mengawasi semua pergerakan tentara Amerika yang agresif di wilayah tersebut," ujarnya melalui siaran televisi pemerintah.
"Ancaman presiden AS untuk memblokade Iran di laut... sangat konyol dan lucu."
Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memberikan garis merah yang jelas bahwa perairan Selat Hormuz saat ini berada di bawah kendali cerdas dan manajemen pengamanan penuh armada angkatan laut mereka.
IRGC menjamin bahwa jalur pelayaran tersebut dipastikan tetap terbuka aman bagi lalu lintas kapal non-militer yang mematuhi peraturan maritim internasional.
Ambisi Sepihak Washington yang Membuntu
Berita Terkait
-
Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel
-
Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran
-
Terpopuler: Tarif Lewat Selat Hormuz, Diskon Sepatu New Balance di Sports Station
-
Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
-
Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan
-
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta
-
DPR RI Terima Delegasi California, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan
-
Komisi X DPR Dukung MPLS 2026 Berbasis Karakter dan Bebas Perundungan
-
Bawa Empat Saksi dan Satu Ahli, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Status Tersangka Roy Suryo
-
KPK Ogah Buru-buru Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Jangan Berandai-andai