-
Amerika Serikat menerapkan blokade laut total di pelabuhan Iran untuk melumpuhkan ekonomi Teheran.
-
Strategi ini dianggap lebih aman bagi militer AS dibandingkan konfrontasi langsung di Selat Hormuz.
-
China dan pasar minyak global terancam dampak besar akibat terhentinya pasokan energi Iran.
Suara.com - Amerika Serikat kini menempuh jalur konfrontasi ekonomi yang sangat tajam dengan menerapkan blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Langkah ini dirancang untuk melumpuhkan sumber pendanaan rezim dengan menghentikan secara paksa lalu lintas kapal yang keluar masuk wilayah perairan tersebut.
Berbeda dengan strategi pengawalan konvoi yang berisiko tinggi, blokade di laut lepas dipandang sebagai taktik yang lebih efektif dan minim korban.
Pilihan militer ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai skenario serangan langsung yang sebelumnya dianggap terlalu berbahaya bagi personel Amerika.
Dengan posisi kapal perang yang berada jauh di luar jangkauan pesisir, militer Amerika Serikat dapat memantau setiap pergerakan kapal tanpa masuk ke zona bahaya.
Pensiunan Laksamana Muda AS Mark Montgomery memberikan pandangannya mengenai efektivitas strategi ini di tengah ketegangan yang meningkat.
"Saya pikir ini bisa dilakukan," kata pensiunan Laksamana Muda AS Mark Montgomery kepada BBC pagi ini.
"Dan ini tentu saja lebih kecil risikonya daripada alternatifnya, yaitu memukul mundur Iran secara paksa dan menciptakan kondisi bagi sebuah konvoi."
Strategi ini secara teknis menghindari konfrontasi langsung dengan drone, rudal, dan kapal cepat Iran yang kerap mengancam di Selat Hormuz.
Baca Juga: Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media
Penempatan armada di Teluk Oman memberikan keleluasaan bagi Angkatan Laut Amerika Serikat untuk melakukan pencegatan kapal secara selektif dan terukur.
Keunggulan Aset Maritim Dalam Operasi Blokade
Angkatan laut Amerika Serikat saat ini memiliki segala sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan operasi penutupan jalur maritim ini.
Pemanfaatan helikopter, pasukan khusus, dan kapal cepat menjadi kunci utama dalam melakukan inspeksi terhadap kapal-kapal yang dicurigai.
"Ada lebih sedikit risiko dalam hal ini dibandingkan dengan area Selat yang sangat terbatas," kata Laksamana Montgomery.
Keberhasilan operasi serupa di masa lalu terhadap negara lain menjadi bukti nyata kapasitas militer Washington dalam mengontrol perairan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo