-
Amerika Serikat memulai blokade pelabuhan Iran untuk memaksa penghentian perang selama enam pekan.
-
Donald Trump menegaskan blokade bertujuan menghentikan ancaman Iran terhadap stabilitas ekonomi dunia.
-
Iran mengancam akan menyerang balik seluruh pelabuhan di kawasan Teluk jika blokade berlanjut.
Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengonfirmasi bahwa seluruh garis pantai Iran kini dalam kondisi terbatas dan diawasi ketat secara militer.
Para pelaut diinstruksikan untuk tetap waspada meski jalur menuju pelabuhan non-Iran dilaporkan masih dapat dilalui dengan pengawalan militer yang ketat.
Komando Pusat militer Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan blokade mencakup seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari teritorial Iran.
Keputusan CENTCOM tetap memberikan izin bagi kapal dengan tujuan pelabuhan negara tetangga merupakan strategi untuk meminimalisir kekacauan logistik global.
Trump melalui saluran media sosialnya mengklaim bahwa kekuatan laut utama Iran sebenarnya sudah mengalami kehancuran yang sangat signifikan.
Namun, keberadaan kapal serang cepat milik Iran tetap diwaspadai karena dianggap masih mampu melakukan tindakan sabotase di medan tempur.
Presiden Amerika Serikat memberikan peringatan keras bahwa setiap kapal yang berani mendekati zona blokade akan segera dieliminasi tanpa kompromi.
"Jika ada kapal-kapal ini yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dihancurkan," tulis Trump dalam pesan digitalnya kepada publik dunia.
Krisis Keamanan Maritim dan Ancaman Regional
Baca Juga: Ramai-ramai Kecam Hinaan Donald Trump ke Paus Leo XIV, PM Italia Ikut Kesal
Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa jika mereka tidak mendapatkan keamanan, maka negara-negara tetangga juga tidak akan merasakannya.
"Keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman adalah untuk semua orang atau untuk tidak seorang pun," lapor Islamic Republic of Iran Broadcasting.
Stabilitas kawasan kini bergantung pada sejauh mana kedua belah pihak mampu menahan diri dari konfrontasi fisik yang lebih destruktif.
Sebuah pernyataan resmi dari militer Iran menegaskan bahwa tidak ada satu pun pelabuhan di wilayah tersebut yang akan berada dalam posisi aman.
Dampak dari blokade ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga komoditas energi jika ketegangan di Selat Hormuz tidak segera mereda dalam waktu dekat.
Krisis ini berawal dari perang berkepanjangan selama lebih dari sebulan yang melibatkan kepentingan besar di wilayah Selat Hormuz.
Jalur air ini merupakan arteri utama distribusi minyak dunia yang menghubungkan produsen di Timur Tengah dengan pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika.
Amerika Serikat menuduh Iran menggunakan kendali atas selat tersebut sebagai alat tawar politik dan militer yang ilegal. Sementara itu, Iran memandang kehadiran militer asing di dekat wilayahnya sebagai ancaman kedaulatan yang harus dilawan dengan segala cara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo