- Konflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam hingga mencapai USD 110 per barel.
- Ketergantungan impor energi yang tinggi terhadap jalur Selat Hormuz mengancam ketahanan dan pasokan energi nasional Indonesia.
- Pemerintah menanggung beban subsidi energi yang meningkat signifikan hingga Rp10,3 triliun per kenaikan harga minyak dunia.
Setiap kenaikan harga minyak sebesar USD 1 per barel, terdapat potensi peningkatan beban belanja negara hingga Rp10,3 triliun. Beban ini mencakup alokasi untuk subsidi dan kompensasi energi agar harga di masyarakat tetap terjangkau.
Jika kenaikan harga minyak mencapai USD 10 per barel, maka pemerintah harus bersiap menghadapi tambahan beban subsidi yang mencapai Rp79 triliun.
Angka yang fantastis ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi nasional terhadap fluktuasi pasar energi global. Meski demikian, Indeks Ketahanan Energi (IKE) Indonesia pada tahun 2025 masih berada di level 7,13 atau masuk dalam kategori ‘tahan’. Capaian ini perlu dipertahankan dengan kebijakan strategis yang lebih adaptif.
Dalam situasi krisis seperti ini, peran BUMN energi seperti Pertamina dipandang sebagai garda terdepan.
BUMN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ketersediaan pasokan dari hulu ke hilir, menjaga kelancaran distribusi ke seluruh pelosok negeri, hingga berperan sebagai penyangga harga (buffer) agar gejolak pasar global tidak langsung menghantam daya beli masyarakat secara ekstrem.
“Kita tidak bisa mengendalikan harga minyak dunia atau konflik global, tetapi kita bisa memperkuat fondasi dalam negeri. Di sinilah peran BUMN energi menjadi sangat strategis untuk meredam dampak krisis,” ujar Kholid.
Tag
Berita Terkait
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru