- Harga minyak Brent dan WTI turun pada 14 April 2026 akibat potensi dialog damai Amerika Serikat dan Iran.
- Amerika Serikat memperluas blokade Selat Hormuz hingga Teluk Oman, memicu ancaman serangan balasan dari pihak Iran.
- Krisis ini menyebabkan hilangnya pasokan global sebanyak 10 juta barel minyak mentah setiap harinya dari pasar.
Suara.com - Harga minyak turun pada awal perdagangan Asia, Selasa 14 April 2026, seiring munculnya tanda potensi dialog antara Amerika Serikat (AS ) dan Iran untuk mengakhiri perang. Hal ini mengurangi kekhawatiran terkait risiko pasokan yang dipicu oleh blokade AS di Selat Hormuz.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent turun sebesar 1,86 dolar AS atau 1,87 persen, menjadi 97,50 dolar AS, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun sebesar 2,25 dolar AS atau 2,27 persen, menjadi 96,83 dolar AS pada pukul 00.03 GMT (07:03 WIB).
Kedua patokan harga tersebut telah naik pada sesi sebelumnya, dengan Brent naik lebih dari 4 persen dan WTI hampir 3 persen, setelah militer AS memulai blokade nL6N40V09S terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada Senin (13/4) menyatakan militer Amerika Serikat resmi memperluas jangkauan blokade Selat Hormuz hingga mencakup Teluk Oman dan Laut Arab. Laporan pelacakan kapal mengonfirmasi adanya kapal yang terpaksa memutar balik begitu aturan blokade ini diterapkan.
Menanggapi langkah tersebut, Iran menebar ancaman akan menyerang pelabuhan-pelabuhan di negara tetangga kawasan Teluk. Eskalasi ini terjadi setelah perundingan damai di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu pada akhir pekan lalu.
Meski situasi memanas, analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menilai retorika Presiden AS, Donald Trump yang masih membuka celah negosiasi berhasil mencegah harga minyak melonjak lebih jauh.
"Trump berhasil meredam kenaikan harga minyak dengan kembali mengiming-imingi kemungkinan kesepakatan," kata Tim Waterer.
Meski situasi memanas, sejumlah sumber menyebutkan bahwa jalur komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat tetap terbuka. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga menegaskan komitmennya untuk terus memediasi deeskalasi konflik.
Senada dengan hal itu, Donald Trump mengklaim adanya keinginan dari pihak Iran untuk segera mencapai kesepakatan damai.
Baca Juga: Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?
Di sisi lain, pasar minyak dunia berada dalam tekanan besar. Analis dari ANZ memperkirakan krisis ini telah melenyapkan sekitar 10 juta barel pasokan minyak mentah per hari dari pasar global.
Jika blokade Amerika Serikat terus berlanjut, dikhawatirkan pengiriman minyak mentah akan terpangkas lebih jauh sebesar 3 hingga 4 juta barel per hari.
"Pasar minyak tidak lagi membutuhkan skenario terburuk untuk membenarkan tingkat harga yang lebih tinggi. Keseimbangan yang ketat saja sudah cukup untuk mempertahankan harga Brent mendekati atau di atas tingkat ambang batas baru-baru ini," kata ANZ dalam sebuah catatan.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
IHSG Meroket, Efek Saham-saham Prajogo Pangestu Diborong Asing?
-
Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen
-
Malaysia Mulai Krisis BBM Juni 2026, Bagaimana dengan Indonesia?
-
Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Naik saat Harga Emas Dunia Turun, Mengapa?
-
IHSG Terus Terbang, Tembus Level 7.600 Pagi Ini
-
Ritual Aneh Investor Agar Cuan: Dari Punggung Sakit George Soros Hingga Ramalan Bintang
-
18 Saham Ditendang dari Bursa, BEI: Itu Peringatan Buat Emiten
-
Transaksi Digital Melonjak, Bank Mega Syariah Raup DPK Rp709 Miliar
-
Prabowo Temui Vladimir Putin saat Menhan Teken Kesepakatan Menteri Perang AS