-
Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim total terhadap seluruh pelabuhan utama di wilayah Iran.
-
Sembilan puluh persen ekonomi Iran terancam lumpuh akibat penghentian jalur perdagangan laut internasional.
-
Kapal perang AS berhasil memaksa tanker minyak Iran berputar balik di Teluk Oman.
Blokade ini juga menjadi pesan kuat bagi mitra dagang Iran mengenai risiko pengiriman barang di tengah ketegangan militer yang meningkat.
Aksi nyata di lapangan terlihat saat sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS melakukan intersepsi terhadap dua kapal tanker minyak.
Kedua kapal tanker tersebut tertangkap radar saat berusaha meninggalkan wilayah perairan Iran pada hari Selasa waktu setempat.
Pihak militer Amerika Serikat segera memberikan instruksi tegas agar kapal-kapal tersebut memutar arah dan kembali ke pelabuhan semula.
Berdasarkan laporan yang ada, kapal-kapal pengangkut energi tersebut berangkat dari Pelabuhan Chabahar yang terletak di Teluk Oman.
Komunikasi radio dilakukan secara intens oleh kapal perang AS untuk memastikan instruksi blokade dipatuhi tanpa perlawanan fisik.
Instruksi Putar Balik Kapal di Kawasan Teluk
Pejabat berwenang menyatakan bahwa dua tanker minyak tersebut hanyalah bagian kecil dari armada yang terdeteksi mencoba melanggar blokade.
Secara total, terdapat enam kapal yang terpantau mencoba menembus barisan pertahanan maritim yang telah ditetapkan oleh CENTCOM.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
Seluruh kapal tersebut akhirnya terpaksa mengurungkan niat mereka untuk berlayar menuju pasar internasional setelah mendapat peringatan keras.
Langkah ini menegaskan bahwa tidak ada pengecualian bagi komoditas apa pun, termasuk minyak yang merupakan komoditas ekspor utama mereka.
Militer Amerika Serikat memastikan pengawasan akan terus dilakukan selama 24 jam penuh di seluruh titik koordinat pelabuhan utama.
Blokade ini merupakan puncak dari ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kekuatan militer global.
Iran yang memiliki garis pantai panjang dan pelabuhan strategis sangat mengandalkan Teluk Oman serta Selat Hormuz untuk distribusi minyak.
Penutupan akses ini diprediksi akan memicu krisis domestik di Iran akibat terhentinya aliran modal dari perdagangan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih