News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB
Laksamana Brad Cooper (DefenseScoop)
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim total terhadap seluruh pelabuhan utama di wilayah Iran.

  • Sembilan puluh persen ekonomi Iran terancam lumpuh akibat penghentian jalur perdagangan laut internasional.

  • Kapal perang AS berhasil memaksa tanker minyak Iran berputar balik di Teluk Oman.

Suara.com - Amerika Serikat resmi mengisolasi seluruh aktivitas perdagangan maritim Iran melalui pemberlakuan blokade total di kawasan pelabuhan dan pesisir.

Langkah drastis militer ini bertujuan memutus urat nadi ekonomi Teheran yang sangat bergantung pada jalur distribusi internasional di laut.

Dikutip dari FOX, blokade tersebut menjadi pukulan telak mengingat mayoritas pendapatan negara tersebut bersumber dari transaksi komoditas yang melewati jalur perairan.

Inggris menegaskan tidak terlibat blokade militer AS di Iran demi menjaga stabilitas ekonomi global. (BBC)

Kekuatan armada tempur CENTCOM kini mengendalikan penuh titik-titik krusial di Timur Tengah untuk memastikan tidak ada kapal yang melintas.

Hanya dalam hitungan jam sejak instruksi dikeluarkan, arus keluar masuk barang di perairan Iran dilaporkan berhenti secara menyeluruh.

Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa pasukannya telah mengunci akses perdagangan laut dari dan menuju Iran.

“Blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah sepenuhnya diimplementasikan seiring pasukan AS mempertahankan keunggulan maritim di Timur Tengah,” kata Cooper dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam mengenai ketergantungan besar ekonomi negara tersebut pada akses pelabuhan internasional.

Cooper menjelaskan bahwa sektor finansial Iran akan menghadapi guncangan hebat akibat penutupan jalur distribusi yang sangat cepat ini.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

“Diperkirakan 90% ekonomi Iran didorong oleh perdagangan internasional melalui laut,” lanjutnya.

Lumpuhnya Perdagangan Global Dalam Waktu Singkat

Kecepatan operasi militer Amerika Serikat dalam melakukan blokade ini membuat aktivitas ekspor dan impor Iran terhenti seketika.

Dalam kurun waktu yang sangat singkat, tidak ada lagi kapal kargo maupun tanker yang diizinkan beroperasi di wilayah tersebut.

“Dalam kurun waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diterapkan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar dari Iran melalui laut,” ujar Cooper.

Aksi ini menunjukkan betapa dominannya kekuatan armada laut Amerika Serikat dalam mengendalikan stabilitas atau gejolak ekonomi di kawasan.

Blokade ini juga menjadi pesan kuat bagi mitra dagang Iran mengenai risiko pengiriman barang di tengah ketegangan militer yang meningkat.

Aksi nyata di lapangan terlihat saat sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS melakukan intersepsi terhadap dua kapal tanker minyak.

Kedua kapal tanker tersebut tertangkap radar saat berusaha meninggalkan wilayah perairan Iran pada hari Selasa waktu setempat.

Pihak militer Amerika Serikat segera memberikan instruksi tegas agar kapal-kapal tersebut memutar arah dan kembali ke pelabuhan semula.

Berdasarkan laporan yang ada, kapal-kapal pengangkut energi tersebut berangkat dari Pelabuhan Chabahar yang terletak di Teluk Oman.

Komunikasi radio dilakukan secara intens oleh kapal perang AS untuk memastikan instruksi blokade dipatuhi tanpa perlawanan fisik.

Instruksi Putar Balik Kapal di Kawasan Teluk

Pejabat berwenang menyatakan bahwa dua tanker minyak tersebut hanyalah bagian kecil dari armada yang terdeteksi mencoba melanggar blokade.

Secara total, terdapat enam kapal yang terpantau mencoba menembus barisan pertahanan maritim yang telah ditetapkan oleh CENTCOM.

Seluruh kapal tersebut akhirnya terpaksa mengurungkan niat mereka untuk berlayar menuju pasar internasional setelah mendapat peringatan keras.

Langkah ini menegaskan bahwa tidak ada pengecualian bagi komoditas apa pun, termasuk minyak yang merupakan komoditas ekspor utama mereka.

Militer Amerika Serikat memastikan pengawasan akan terus dilakukan selama 24 jam penuh di seluruh titik koordinat pelabuhan utama.

Blokade ini merupakan puncak dari ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kekuatan militer global.

Iran yang memiliki garis pantai panjang dan pelabuhan strategis sangat mengandalkan Teluk Oman serta Selat Hormuz untuk distribusi minyak.

Penutupan akses ini diprediksi akan memicu krisis domestik di Iran akibat terhentinya aliran modal dari perdagangan internasional.

Amerika Serikat menggunakan kekuatan maritimnya sebagai instrumen tekanan ekonomi yang paling efektif tanpa harus melibatkan kontak senjata skala besar.

Hingga saat ini, kondisi di perairan Timur Tengah tetap dalam pengawasan ketat untuk memastikan blokade ekonomi tetap berjalan efektif.

Load More