News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Menlu Iran Abbas Araghchi melaporkan perkembangan negosiasi gencatan senjata dengan AS kepada Menlu Turki Hakan Fidan, Selasa (15/4).
  • Iran menyebut tuntutan berlebihan Amerika Serikat menjadi penyebab utama kebuntuan perundingan yang sebelumnya dimediasi oleh pihak Pakistan.
  • Kedua negara menekankan pentingnya langkah diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah serta mencegah eskalasi kekerasan yang meluas.

Araghchi menilai tuntutan Washington yang berlebihan serta sikap yang berubah-ubah menjadi penyebab utama kebuntuan.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Araqchi mengungkapkan bahwa Iran telah masuk ke meja perundingan dengan itikad baik.

“Meskipun ada kemajuan di banyak isu, tuntutan berlebihan dan perubahan sikap pihak Amerika menghalangi tercapainya kesepakatan,” ujarnya.

Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tetap berhati-hati dalam bernegosiasi mengingat rendahnya tingkat kepercayaan terhadap AS.

Meski demikian, Teheran mengklaim telah menunjukkan pendekatan yang bertanggung jawab selama proses dialog berlangsung.

Load More