Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
- Menlu Iran Abbas Araghchi melaporkan perkembangan negosiasi gencatan senjata dengan AS kepada Menlu Turki Hakan Fidan, Selasa (15/4).
- Iran menyebut tuntutan berlebihan Amerika Serikat menjadi penyebab utama kebuntuan perundingan yang sebelumnya dimediasi oleh pihak Pakistan.
- Kedua negara menekankan pentingnya langkah diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah serta mencegah eskalasi kekerasan yang meluas.
Araghchi menilai tuntutan Washington yang berlebihan serta sikap yang berubah-ubah menjadi penyebab utama kebuntuan.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Araqchi mengungkapkan bahwa Iran telah masuk ke meja perundingan dengan itikad baik.
“Meskipun ada kemajuan di banyak isu, tuntutan berlebihan dan perubahan sikap pihak Amerika menghalangi tercapainya kesepakatan,” ujarnya.
Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tetap berhati-hati dalam bernegosiasi mengingat rendahnya tingkat kepercayaan terhadap AS.
Meski demikian, Teheran mengklaim telah menunjukkan pendekatan yang bertanggung jawab selama proses dialog berlangsung.
Komentar
Berita Terkait
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas