- Sopir ambulans Yoga Dwi Saputra menerima pesanan fiktif dari seorang penagih utang di kawasan MH Thamrin, Selasa (14/4).
- Pemesan meminta Yoga memberikan ponselnya kepada pihak yang berutang untuk proses penagihan paksa melalui sambungan telepon.
- Yoga merugi secara materiil dan berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setelah mengalami pelecehan serta penipuan serupa.
Suara.com - Sopir ambulans bernama Yoga Dwi Saputra diprank oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih menjemput orang sakit, Yoga justru mendapat order fiktif dari seorang penagih utang atau debt collector untuk menyerahkan ponselnya kepada target yang ditagihnya.
Yoga menuturkan, awalnya order masuk kepadanya melalui pesan WhatsApp (WA) pada Selasa (14/4) kemarin. Saat itu, Yoga menerima pesanan untuk menjemput ke wilayah perkantoran kawasan MH Thamrin.
"Saya sampai di sana nggak taunya ini tempat itu si yang ngutang. Sampenya di kantor, perkantoran di daerah MH Thamrin," kata Yoga Dwi Saputra saat dihubungi wartawan, Rabu (15/4/2026).
Yoga kembali menghubungi pihak pemesan. Setelah itu, Yoga mengaku disuruh memberikan ponselnya kepada pihak yang memiliki utang.
"Minta dihubungkan ke orang yang di kantor itu. Suruh bayar utang, si Rudi siapa tuh ya namanya, ya udah begitu," jelas Yoga.
Akibat peristiwa ini, Yoga menjadi geram lantaran order tersebut fiktif. Dia sempat meminta ganti rugi untuk bensin yang digunakan. Namun, pemesan justru meledeknya.
"Iya (sempat minta ganti rugi), dia ngeledek doang itu, nggak ada (ganti rugi yang diberikan)," ucap Yoga.
Akibat peristiwa ini, Yoga ingin melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian. Terlebih, hal serupa bukan kali pertama terjadi.
"Ya rencana sih, saya sih mau lapor sih, mau lapor kalo ada yang mau iniin. Ya karena merugikan material juga ya,” katanya.
Baca Juga: OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
“Dua kali, saya dua, dua kali. Yang pertama di Tanjung Pasir untuk pasien kontrol terus sampe sana tahunya nggak ada," imbuhnya.
Berita Terkait
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Viral Aksi Ibu-ibu Larang Jenazah Tetangganya Dikubur, Ternyata Punya Utang Ratusan Juta
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Debt Collector Penusuk Advokat Ditangkap di Semarang, Polisi Selidiki Motif
-
Pelaku Pembakaran Kios Kalibata Ditangkap, Polisi Kini Buru Aktor Lain!
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas