News / Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB
Ilustrasi ambulance (Foto oleh Nothing Ahead dari Pexels)
Baca 10 detik
  • Sopir ambulans Yoga Dwi Saputra menerima pesanan fiktif dari seorang penagih utang di kawasan MH Thamrin, Selasa (14/4).
  • Pemesan meminta Yoga memberikan ponselnya kepada pihak yang berutang untuk proses penagihan paksa melalui sambungan telepon.
  • Yoga merugi secara materiil dan berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setelah mengalami pelecehan serta penipuan serupa.

Suara.com - Sopir ambulans bernama Yoga Dwi Saputra diprank oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih menjemput orang sakit, Yoga justru mendapat order fiktif dari seorang penagih utang atau debt collector untuk menyerahkan ponselnya kepada target yang ditagihnya.

Yoga menuturkan, awalnya order masuk kepadanya melalui pesan WhatsApp (WA) pada Selasa (14/4) kemarin. Saat itu, Yoga menerima pesanan untuk menjemput ke wilayah perkantoran kawasan MH Thamrin.

"Saya sampai di sana nggak taunya ini tempat itu si yang ngutang. Sampenya di kantor, perkantoran di daerah MH Thamrin," kata Yoga Dwi Saputra saat dihubungi wartawan, Rabu (15/4/2026).

Yoga kembali menghubungi pihak pemesan. Setelah itu, Yoga mengaku disuruh memberikan ponselnya kepada pihak yang memiliki utang.

"Minta dihubungkan ke orang yang di kantor itu. Suruh bayar utang, si Rudi siapa tuh ya namanya, ya udah begitu," jelas Yoga.

Akibat peristiwa ini, Yoga menjadi geram lantaran order tersebut fiktif. Dia sempat meminta ganti rugi untuk bensin yang digunakan. Namun, pemesan justru meledeknya.

"Iya (sempat minta ganti rugi), dia ngeledek doang itu, nggak ada (ganti rugi yang diberikan)," ucap Yoga.

Akibat peristiwa ini, Yoga ingin melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian. Terlebih, hal serupa bukan kali pertama terjadi.

"Ya rencana sih, saya sih mau lapor sih, mau lapor kalo ada yang mau iniin. Ya karena merugikan material juga ya,” katanya.

Baca Juga: OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

“Dua kali, saya dua, dua kali. Yang pertama di Tanjung Pasir untuk pasien kontrol terus sampe sana tahunya nggak ada," imbuhnya.

Load More