Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan

Kamis, 16 April 2026 | 12:02 WIB
Suasana di Kompleks Hankam, Slipi, Jakarta Barat mendadak mencekam pada Kamis (16/4/2026). Aksi adu argumen sengit pecah saat petugas dari Denma Mabes TNI hendak mengeksekusi 12 rumah dinas di kawasan tersebut. (Suara.com/Faqih)
  • Petugas Denma Mabes TNI berupaya mengeksekusi 12 rumah dinas di Kompleks Hankam, Jakarta Barat, pada Kamis (16/4/2026).
  • Warga sepakat mengosongkan hunian secara mandiri paling lambat 30 April 2026 karena masih menanti putusan kasasi hukum.
  • Warga berhak menempati kembali rumah tersebut jika nantinya hasil putusan kasasi di Mahkamah Agung memenangkan pihak penghuni.

Warga sejatinya tidak tinggal diam. Mereka telah mengajukan kasasi sejak 15 Oktober 2025, namun hingga kini putusan dari Mahkamah Agung (MA) tak kunjung turun.

“Ajukan kasasi 15 Oktober 2025. Tapi sampai sekarang belum ada. Kami rajin mendatangi PN menanyakan sudah sampai di mana. Mereka enggak tahu karena itu sudah kewenangannya di MA. Follow-up terakhir sebelum puasa,” jelasnya.

Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo

Di tengah ketidakpastian nasib, warga menggantungkan harapan terakhir mereka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sebagai anak dari para pejuang, mereka meminta kebijaksanaan sang Presiden agar jasa orang tua mereka dihargai.

“Intinya bahwa kami sebagai anak-anak pejuang perintis kemerdekaan Republik Indonesia, minta orang tua kami perjuangannya diberikan jasa berupa rumah yang hari ini ditempati,” tutur Auliasa.

Kondisi warga kian pelik lantaran dalam proses eksekusi ini, mereka mengaku tidak mendapatkan uang pengganti maupun tempat tinggal baru. Rumah peninggalan orang tua itulah satu-satunya aset yang mereka miliki.

“Orang tua kami tidak memiliki harta apa-apa, hanya harta yang ditinggalkan oleh orang tua kami (rumah ini),” tandasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com