-
Militer Iran mengancam menutup tiga jalur laut jika blokade Amerika Serikat terus berlangsung.
-
Kegagalan negosiasi di Islamabad memicu pengiriman ribuan pasukan tambahan Amerika Serikat ke kawasan.
-
Israel menyatakan kesiapan tempur penuh sementara Iran tetap mempertahankan hak pengembangan energi nuklirnya.
Suara.com - Ketegangan di perairan Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras untuk melumpuhkan total aktivitas ekspor-impor di tiga jalur laut strategis.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade angkatan laut yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz yang menghambat akses pelabuhan Iran.
Dikutip dari China Daily, kondisi ini menandakan kegagalan diplomasi baru-baru ini di Islamabad yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Khatam al-Anbiya Central Headquarters menegaskan bahwa kedaulatan nasional Iran kini berada dalam status siaga tinggi untuk merespons gangguan terhadap kapal komersial mereka.
Potensi gangguan arus logistik di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah ini diprediksi akan mengancam stabilitas ekonomi internasional jika konfrontasi fisik kembali pecah.
Ali Abdollahi, panglima komando utama militer Iran Khatam al-Anbiya Central Headquarters, menyampaikan pernyataan tersebut saat mengutuk blokade AS di Selat Hormuz.
"Jika Amerika Serikat mencari cara untuk melanjutkan tindakan ilegalnya dengan memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan itu dan menyebabkan ketidakamanan bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak Iran, tindakan itu akan menjadi awal dari pelanggaran gencatan senjata, dan angkatan bersenjata Iran yang kuat tidak akan membiarkan ekspor dan impor terus berlanjut di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Abdollahi.
Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil tindakan tegas untuk membela kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.
Keamanan kapal komersial dan tanker minyak menjadi prioritas utama militer Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dari pihak Barat.
Baca Juga: Terancam Mau Diblokade Iran, Laut Merah Ada di Negara Mana?
Blokade AS saat ini telah efektif mencegah kapal-kapal untuk transit menuju atau dari pelabuhan-pelabuhan utama di Iran.
Gagalnya Diplomasi Dan Penguatan Militer
Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz terjadi segera setelah kegagalan negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.
Sebelumnya, gencatan senjata singkat selama dua minggu telah disepakati oleh Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai sejak 8 April.
Namun, pengiriman armada tambahan oleh Pentagon menunjukkan bahwa Washington tengah mempersiapkan opsi militer yang lebih luas jika diplomasi benar-benar buntu.
Sekitar 6.000 tentara di atas kapal induk USS George H.W. Bush kini sedang bergerak menuju wilayah perairan Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah