Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menggarisbawahi perlunya pergeseran peran Inspektorat Jenderal (Itjen) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Ia menginginkan fungsi pengawasan internal tidak lagi identik dengan pencarian kesalahan, tetapi berorientasi pada pencegahan risiko dan penguatan tata kelola.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemnaker Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026) malam.
Dalam arahannya, Yassierli menekankan bahwa Itjen harus tampil sebagai mitra strategis bagi seluruh unit kerja. Artinya, pengawasan perlu hadir sejak awal proses, bukan setelah persoalan muncul. Dengan pendekatan ini, potensi kendala dapat diidentifikasi lebih dini, sehingga pelaksanaan program tetap berjalan efektif dan akuntabel.
Menurutnya, perubahan pendekatan ini penting agar pengawasan tidak lagi dipandang sebagai beban administratif. Sebaliknya, pengawasan harus menjadi bagian dari solusi untuk memastikan setiap program ketenagakerjaan berjalan bersih, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam memberikan nilai tambah. Bukan sekadar memeriksa dokumen atau menemukan kesalahan, tetapi memastikan proses kerja berjalan tertib dan tidak terhambat persoalan administratif, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan pelayanan publik.
Lebih lanjut, Yassierli mengajak seluruh jajaran Itjen untuk mengubah paradigma lama. Keberhasilan pengawasan, kata dia, tidak diukur dari banyaknya temuan, melainkan dari kemampuan mencegah terjadinya penyimpangan.
“Pengawasan harus bergeser dari sekadar ‘mengawasi’ menjadi ‘mengantisipasi’. Ketika tidak ada masalah karena risiko sudah dicegah sejak awal, di situlah pengawasan dinilai berhasil,” ujarnya.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Menaker mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk Big Data dan Artificial Intelligence (AI), dalam sistem pengawasan. Pendekatan berbasis data dinilai mampu meningkatkan akurasi dalam membaca pola risiko, memetakan potensi penyimpangan, serta mengidentifikasi hambatan yang dapat mengganggu jalannya program.
Selain itu, auditor Itjen juga diharapkan berperan aktif dalam membantu menyelesaikan kendala regulasi yang dihadapi unit kerja. Dengan demikian, fungsi pengawasan tidak hanya menjaga kepatuhan, tetapi juga memastikan program prioritas di sektor ketenagakerjaan dapat berjalan lebih optimal dan berdampak luas. ***
Baca Juga: Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
Berita Terkait
-
Menaker: Serikat Pekerja Adalah Mitra, Bukan Lawan Perusahaan
-
Dilema WFH Sehari: Bukti Kita Masih Dinilai dari Absen Kehadiran, Bukan Hasil Kerja
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak
-
Yassierli Lantik 12 Pejabat, Tekankan Jabatan sebagai Amanah dan Prioritas Layanan Publik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.934, Nyaris Tembus Rp18.000 Akibat Perang AS-Iran Jelang Putusan BI
-
Apa Itu Sepatu Lari Carbon Plate? Ini Ciri-ciri, Kelebihan, dan Rekomendasi Merek Lokal hingga Luar
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"