- Gubernur Pramono Anung mendorong efisiensi energi di Jakarta melalui pemasangan panel surya sebagai alternatif pengganti BBM fosil.
- Pemprov DKI Jakarta mengampanyekan penggunaan transportasi umum secara masif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi saat ini.
- Pramono Anung sedang menyusun regulasi ketat serta kebijakan tambahan guna memastikan transisi energi berjalan optimal bagi warga.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat efisiensi energi di ibu kota dengan mengalihkan ketergantungan masyarakat dari bahan bakar minyak (BBM) fosil ke energi alternatif.
Salah satu program prioritas yang kini digenjot adalah pemasangan panel surya (solar panel) di berbagai lokasi.
"Untuk berkaitan dengan efisiensi dan juga energi alternatif, Jakarta sekarang ini memang sedang mengembangkan salah satunya adalah solar panel," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Pramono menegaskan bahwa transisi energi ini tidak akan dilakukan setengah hati. Pemprov DKI saat ini sedang menyusun regulasi mendetail agar penggunaan panel surya bisa berjalan optimal dan menjadi solusi nyata bagi krisis energi fosil.
"Kebijakan ini akan kami lakukan secara lebih rinci, supaya ada alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil," lanjut mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Selain inovasi teknologi energi, Pramono juga menyoroti pentingnya revolusi gaya hidup dalam bertransportasi. Dengan modal konektivitas transportasi publik yang telah mencapai 93 persen, ia optimistis Jakarta siap beralih sepenuhnya dari kendaraan pribadi.
"Kami akan mengampanyekan secara lebih masif penggunaan transportasi umum. Kenapa itu dilakukan? Supaya orang kemudian mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," jelasnya.
Saat ini, Pemprov DKI juga telah menerapkan kebijakan wajib transportasi umum setiap hari Rabu dan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) setiap hari Jumat.
Namun, Pramono mengisyaratkan bakal ada aturan tambahan yang lebih ketat demi menekan angka konsumsi BBM di Jakarta.
Baca Juga: Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027
"Saya sedang mempertimbangkan, apakah akan ada kebijakan tambahan yang membuat kita melakukan efisiensi, terutama hal yang berkaitan dengan penggunaan konsumsi BBM fosil," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi