- Layanan pos militer Amerika Serikat di Timur Tengah dihentikan sementara sejak awal April akibat penutupan wilayah udara konflik.
- Ribuan paket bantuan dari keluarga untuk tentara di kapal induk kini tertahan tanpa batas waktu yang jelas.
- Muncul laporan mengenai kualitas dan porsi makanan buruk, meski pihak militer membantah adanya kendala logistik tersebut.
Suara.com - Ribuan paket berisi makanan ringan, perlengkapan kebersihan, hingga kaus kaki yang dikirim keluarga untuk tentara Amerika Serikat di Timur Tengah kini terkatung-katung.
Layanan pos militer dihentikan sementara akibat perang Iran, membuat kiriman tak kunjung sampai ke tujuan.
Penangguhan ini terjadi sejak awal April setelah konflik melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu penutupan wilayah udara.
Akibatnya, pengiriman paket dari keluarga tentara AS dihentikan tanpa batas waktu yang jelas.
Salah satu keluarga prajurit AS yang bertugas di USS Tripoli, mengaku terkejut melihat foto makanan tak layak yang viral untuk marinir.
Dalam gambar itu, nampak porsi makan siang yang minim, hanya sedikit daging dan satu tortilla.
“Kami punya militer terkuat di dunia. Seharusnya tidak kekurangan makanan atau kesulitan menerima kiriman,” ujar ayah seorang marinir AS, Dan F seperti dilansir dari USA Today.
Keluhan serupa datang dari keluarga prajurit lain di kapal induk USS Abraham Lincoln.
Mereka melaporkan kualitas makanan buruk dan porsi yang tidak mencukupi, bahkan tanpa sayuran segar.
Baca Juga: Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
Namun pihak militer membantah adanya krisis logistik.
Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menyatakan setiap kapal memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari.
“Para pelaut kami layak mendapatkan yang terbaik—dan mereka menerimanya,” tulis Hegseth di akun X miliknya.
Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan cerita berbeda.
Seorang marinir di USS Tripoli mengungkapkan dalam pesan kepada keluarganya bahwa makanan dibagi rata dan persediaan diperkirakan akan menipis.
“Moral akan berada di titik terendah,” ujar marinir AS itu.
Berita Terkait
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati