- Sebanyak 11 ilmuwan nuklir dan militer Amerika Serikat dilaporkan meninggal atau hilang secara misterius dalam situasi tidak wajar.
- Presiden Donald Trump memerintahkan penyelidikan menyeluruh oleh Gedung Putih dan FBI untuk mengungkap kebenaran di balik fenomena tersebut.
- Investigasi difokuskan pada pola kematian ilmuwan, termasuk kasus Amy Eskridge yang sempat menerima ancaman terkait penelitian teknologi antigravitasi.
Suara.com - Sebanyak 11 ilmuwan militer Amerika Serikat terkait nuklir tewas atau hilang secara misterius. Hal ini memicu penyelidikan serius di bawah perintah Presiden Donald Trump.
Hal itu setelah kasus kematian Amy Eskridge, peneliti berbakat yang berbasis di Huntsville, Alabama, kini kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Kematian Eskridge pada tahun 2022 silam tersebut, dikutip dari Fox News, Sabtu (18/4/2026), kini mencuat sebagai kasus ke-11 dalam daftar panjang ilmuwan nuklir AS yang meninggal dunia atau menghilang di bawah situasi yang dianggap tidak wajar.
Fenomena ini menarik perhatian publik secara luas, setelah sedikitnya 10 kasus serupa yang melibatkan individu-individu yang terkait dengan riset militer, nuklir, dan kedirgantaraan AS mulai menunjukkan sebuah pola yang mencurigakan.
Teka-teki ini bahkan telah mencapai meja kerja tertinggi di pemerintahan Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump mengungkapkan pada hari Kamis (16/4), bahwa ia baru saja menyelesaikan pertemuan khusus untuk membahas isu ini.
Ia berjanji akan memberikan jawaban resmi dalam beberapa hari ke depan, menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang sangat serius bagi keamanan nasional.
"Saya berharap ini hanya kebetulan, tetapi kita akan mengetahuinya dalam satu setengah minggu ke depan," ujar Trump.
Sejalan dengan pernyataan presiden, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, melalui unggahannya di media sosial X pada hari Jumat (17/4), menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam.
Baca Juga: Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
Ia memastikan bahwa penyelidikan ini akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
"Mengingat pertanyaan-pertanyaan yang muncul belakangan ini dan komitmen Presiden Trump terhadap kebenaran, Gedung Putih secara aktif bekerja sama dengan semua lembaga terkait dan FBI untuk meninjau semua kasus ini secara holistik dan mengidentifikasi potensi kesamaan yang mungkin ada," kata Leavitt.
Lebih lanjut, Leavitt menekankan keseriusan tim investigasi dengan menyatakan bahwa, "Tidak ada satu batu pun yang tidak akan dibalik dalam upaya ini, dan Gedung Putih akan memberikan informasi terbaru saat kami memilikinya."
Jejak Riset Antigravitasi Amy Eskridge
Amy Eskridge meninggal dunia pada 11 Juni 2022 di Huntsville, Alabama, pada usia 34 tahun.
Berdasarkan catatan obituari, kematiannya dilaporkan sebagai akibat dari luka tembak yang dilakukan sendiri, meskipun hingga kini rincian resmi yang dirilis ke publik sangat terbatas.
Eskridge bukan sekadar peneliti biasa. Ia adalah pendiri Institute for Exotic Science, dan mendedikasikan karirnya pada konsep propulsi eksperimental, termasuk penelitian yang ia sebut sebagai teknologi "antigravitasi".
Sebelum kematiannya, Eskridge sempat mengungkapkan adanya tekanan besar yang ia terima akibat riset radikalnya tersebut.
Dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan YouTuber Jeremy Rys, Eskridge memberikan pengakuan yang kini terdengar sangat mencekam.
"Kami menemukan antigravitasi, dan hidup kami menjadi (berantakan) dan orang-orang mulai menyabotase kami," ungkapnya kala itu.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya mengalami tekanan berupa "pelecehan, ancaman. Itu sangat mengerikan."
Pernyataan Eskridge seolah memberikan peringatan akan risiko yang dihadapi ilmuwan yang berani mempublikasikan penemuan sensitif.
"Jika Anda menunjukkan diri Anda di publik, setidaknya seseorang akan menyadari jika kepala Anda dipenggal," tuturnya dalam wawancara yang sama.
Ia juga sempat mengutarakan kekhawatirannya jika melakukan penelitian secara tertutup tanpa pengawasan publik.
"Jika Anda menunjukkan diri Anda secara tertutup, mereka akan mengubur Anda. Mereka akan membakar rumah Anda saat Anda sedang tidur di tempat tidur, dan itu bahkan tidak akan masuk berita," tambah Eskridge.
Pola Kematian Ilmuwan yang Meresahkan
Eskridge secara konsisten merasa bahwa tekanan terhadap pekerjaannya semakin meningkat, seiring dengan kemajuan riset yang ia capai.
"Saya harus mempublikasikannya karena keadaannya hanya akan memburuk sampai saya mempublikasikannya," jelasnya sembari menyebutkan bahwa situasi saat itu "menjadi semakin agresif."
Dalam berbagai presentasi, ia sering menyinggung adanya pola di mana para peneliti teknologi inkonvensional kerap menghadapi tekanan untuk memindahkan pekerjaan mereka keluar dari ranah publik.
Ia mengamati, ilmuwan yang melaporkan terobosan besar cenderung "menghilang" atau tiba-tiba berhenti mempublikasikan karya mereka.
Nama Amy Eskridge kini bersanding dengan sederet nama ilmuwan lain yang kematian atau hilangnya dianggap janggal, termasuk pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William "Neil" McCasland, ilmuwan NASA Monica Jacinto Reza, kontraktor Steven Garcia, hingga fisikawan MIT Nuno Loureiro.
Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) dari Departemen Energi AS menyatakan, tengah menyelidiki laporan-laporan terkait karyawan di laboratorium dan lokasi kerja mereka.
"NNSA menyadari laporan terkait karyawan di laboratorium, pabrik, dan lokasi kami dan sedang mendalami masalah ini," tulis pernyataan resmi departemen tersebut.
Meskipun saat ini belum ada bukti publik yang secara langsung menghubungkan kematian Eskridge dengan kasus-kasus lainnya, tumpang tindih waktu dan keterkaitan para individu ini dengan bidang penelitian tingkat tinggi telah memicu spekulasi luas di kalangan komunitas teknologi alternatif.
Investigasi FBI dan Gedung Putih diharapkan dapat mengungkap apakah kematian para jenius ini merupakan rangkaian peristiwa kebetulan atau sebuah skema terencana yang lebih gelap.
Berita Terkait
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
-
Trump Larang Israel Serang Lebanon, Benjamin Netanyahu Langsung Manut
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
-
Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026
-
Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara
-
Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok
-
Kunjungi Lembah Tidar, Prabowo Bakal Beri Pengarahan Langsung ke 478 Ketua DPRD se-Indonesia