- Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat menggelar demonstrasi di Kantor YLBHI pada Jumat, 17 April 2026 terkait akses keadilan.
- Massa menuntut YLBHI meningkatkan transparansi pendanaan serta pemerataan advokasi hukum bagi masyarakat kecil yang selama ini terabaikan.
- Jagara mendesak YLBHI mengawal kasus besar seperti tragedi KM50 dan Kanjuruhan agar penegakan hukum berjalan lebih konsisten.
Suara.com - Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (Jagara) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor YLBHI pada Jumat (17/4/2026).
Aksi ini membawa sejumlah tuntutan, mulai dari independensi lembaga bantuan hukum hingga transparansi pendanaan dan pemerataan advokasi hukum.
Ketua Umum Jagara, Kahpril Gibran, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan akses keadilan lebih luas.
Ia menilai, selama ini advokasi hukum kerap terfokus pada kasus yang mendapat perhatian publik.
“Kami mendorong agar advokasi hukum tidak hanya fokus pada isu yang viral. Masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan pendampingan, tetapi tidak mendapat sorotan,” ujar Gibran kepada wartawan.
Menurutnya, YLBHI memiliki peran strategis dalam memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, independensi dan profesionalitas lembaga tersebut dinilai harus dijaga secara konsisten.
Selain itu, Jagara juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan serta sumber pendanaan YLBHI.
Gibran menilai keterbukaan informasi menjadi bagian dari akuntabilitas untuk menjaga kepercayaan publik.
Baca Juga: Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN
“Transparansi penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah publik, apalagi isu aliran dana asing ke LSM kerap menjadi sorotan,” katanya.
Dalam aksinya, Jagara turut mengkritik pendekatan advokasi yang dinilai lebih menonjolkan narasi di ruang publik.
Mereka meminta YLBHI lebih aktif turun langsung ke masyarakat, khususnya dalam mendampingi kelompok yang memiliki keterbatasan akses hukum.
“Turunlah tim hukum YLBHI ke rakyat kecil, banyak ribuan kasus menimpa saudara-saudara yang tidak didampingi bantuan hukum,” tegasnya.
Gibran juga mendorong YLBHI untuk mengawal sejumlah kasus besar secara konsisten sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum.
Gibran menyinggung kasus KM50 dan Tragedi Kanjuruhan yang dinilai belum memberikan rasa keadilan.
Berita Terkait
-
Muncul Kabinet YouTuber, Ferry Irwandi dan Bobon Santoso Rebutan Posisi Kepala BGN
-
Viral Murid Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usul Pelaku Dihukum
-
Bocil Ini Viral Bikin Klinik Kecantikan Khusus Gen Alpha, Sekali Perawatan cukup Bayar Rp2000
-
Viral! Cowok 18 Tahun Masuk IGD Ngaku Menstruasi, Dokter Ungkap Fakta Pilu di Baliknya
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!
-
JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!
-
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Menggugat Algoritma, Prof Harris Arthur: Hukum Harus Lampaui Dogmatisme Klasik