- Pemerintah Amerika Serikat melalui FBI sedang menyelidiki sepuluh kasus kematian dan hilangnya ilmuwan penting di berbagai wilayah.
- Investigasi difokuskan pada hilangnya tokoh strategis seperti William Neil McCasland serta kontraktor keamanan tinggi Steven Garcia baru-baru ini.
- Gedung Putih berkomitmen menelusuri kaitan antar kasus misterius tersebut guna memastikan keamanan nasional dan mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat mulai menyelidiki serangkaian kasus kematian dan hilangnya ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir.
Gedung Putih meminta aparat federal, termasuk FBI, untuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antar kasus tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, mengakui pihaknya tengah mencermati situasi ini secara serius.
Trump berharap insiden tersebut hanyalah kebetulan semata, meski mengakui beberapa korban merupakan sosok penting di bidangnya.
“Saya harap ini hanya kebetulan. Ini hal yang cukup serius. Beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting,” ujar Trump dilansir dari USA Today.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memastikan investigasi dilakukan secara menyeluruh.
Leavitt menegaskan pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait dan tidak akan melewatkan satu pun petunjuk.
Kasus ini mencuat di tengah maraknya spekulasi publik dan laporan media yang simpang siur.
Penelusuran terhadap data terbuka menemukan setidaknya 10 kasus kematian atau hilangnya individu yang memiliki kaitan dengan komunitas ilmiah di AS.
Baca Juga: Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
Namun, hubungan antar kasus tersebut belum sepenuhnya jelas.
Latar belakang korban serta kondisi kejadian sangat beragam, sehingga menyulitkan penarikan kesimpulan awal.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah hilangnya William Neil McCasland, mantan jenderal Angkatan Udara AS.
William Neil McCasland dilaporkan menghilang dari kediamannya di Albuquerque pada Februari lalu.
Pihak berwenang sempat mengeluarkan Silver Alert karena McCasland diketahui memiliki masalah kesehatan tertentu.
Meski demikian, penyelidik menyebut tidak ada indikasi tindak kriminal dalam tahap awal penyelidikan.
Berita Terkait
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
10 Fakta Ilmuwan Nuklir AS yang Tewas Misterius: Raib saat Mendaki hingga Konspirasi UFO
-
Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI: Fokus Tindak Pelakunya, Bukan Salahkan Korban
-
DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas
-
Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!
-
Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Rano Karno: Ikan Sapu-Sapu Jakarta Mau Diolah Seperti di Brasil
-
Hizbullah vs Israel Masih Memanas, Emmanuel Macron Tegaskan Dukungan untuk Lebanon
-
Blokade Selat Hormuz Memanas, Militer AS Klaim Usir 27 Kapal dalam Sepekan
-
Resmi! Ini Daftar Majelis Hakim yang Bakal Adili 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Bukan THR Biasa, KPK Bongkar Suap Bupati Rejang Lebong ke Oknum Aparat