News / Internasional
Senin, 20 April 2026 | 06:29 WIB
Ilustrasi penembakan di Louisiana AS ]Istimewa]
Baca 10 detik
  • Penembakan massal terjadi di Shreveport, Louisiana pada Minggu (19/4) yang menewaskan delapan anak berusia 1 hingga 14 tahun.
  • Insiden tersebut diduga terkait kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan tiga rumah dan dua orang korban luka.
  • Pelaku tewas setelah ditembak polisi, sementara pihak berwenang kini sedang menyelidiki motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Suara.com - Teror penembakan massal terjadi Louisiana, Amerika Serikat pada Minggu (19/4) waktu setempat.

Delapan anak dilaporkan tewas dalam insiden berarah tersebut di kota Shreveport, Louisiana, Amerika Serikat.

Laporan sementara pihak kepolisian menyebut bahwa insiden berdarah tersebut diduga terkait kekerasan dalam rumah tangga.

Polisi menyebut lokasi kejadian sangat luas, mencakup hingga tiga rumah berbeda.

“Ini adalah TKP yang sangat besar, mencakup beberapa lokasi,” ujar juru bicara kepolisian, Chris Bordelon dilansir dari Aljazeera.

Korban tewas diketahui berusia antara 1 hingga 14 tahun.

Polisi juga mengungkap bahwa beberapa korban merupakan anak dari pelaku.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka tembak.

Hingga kini, kondisi keduanya belum dipastikan oleh pihak berwenang.

Baca Juga: 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

Pelaku, yang identitasnya belum diumumkan, tewas setelah ditembak polisi usai pengejaran kendaraan.

Kepala Kepolisian Shreveport, Wayne Smith, menyebut insiden ini sebagai salah satu yang paling mengerikan.

“Ini adalah kejadian yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” kata Smith.

Penyelidikan kini melibatkan Kepolisian Negara Bagian Louisiana untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.

Polisi memastikan tidak ada aparat yang terluka dalam operasi tersebut.

Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi terburuk yang pernah terjadi di kotanya.

Load More