- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan kesiapan militer negaranya menghadapi perang meski tetap membuka peluang jalur diplomasi.
- Iran mengklaim keberhasilan militer dalam mencegat drone dan menjatuhkan jet tempur canggih selama konflik sejak akhir Februari lalu.
- Teheran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menolak segala bentuk tekanan atau ancaman dari pihak Amerika Serikat.
Suara.com - Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan negaranya tetap membuka jalur diplomasi, namun siap menghadapi perang kapan saja.
Qalibaf menyebut Iran tidak menaruh kepercayaan pada lawan-lawannya dan telah bersiap untuk segala kemungkinan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Qalibaf menuding konflik terbaru dipicu tipu daya Amerika Serikat di tengah proses negosiasi.
Qalibaf juga menyinggung pengalaman perang sebelumnya, termasuk konflik 12 hari pada Juni 2025 yang menjadi bekal strategi Iran.
Qalibaf mengklaim Iran unggul dalam perencanaan dan eksekusi militer di medan tempur.
Meski mengakui Amerika Serikat memiliki kekuatan lebih besar, ia menegaskan Teheran merasa menang berdasarkan hasil operasi di lapangan.
Qalibaf mengungkapkan pasukan Iran berhasil mencegat sekitar 170 hingga 180 drone dalam konflik melawan AS dan Israel sejak 28 Februari.
Selain itu, Iran juga mengklaim mampu menjatuhkan jet tempur canggih melalui pengembangan sistem pertahanan yang intensif.
Menurut Qalibaf, keberhasilan Iran tidak hanya ditentukan oleh persenjataan, tetapi juga kesiapan dan strategi.
Baca Juga: Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
“Musuh terus salah menghitung kekuatan rakyat dan strategi militer Iran,” ujarnya dilansir dari Tasnim News.
Ia menyebut pendekatan Teheran sebagai diplomasi kekuatan, yakni menggabungkan negosiasi dengan kesiapan militer penuh.
Qalibaf menegaskan eskalasi dapat terjadi sewaktu-waktu meski pembicaraan masih berlangsung.
Lebih lanjut, ia mengatakan sejumlah proposal disampaikan melalui negara-negara perantara, termasuk Pakistan, dan telah dibahas oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Iran, kata Qalibaf, menolak tekanan dan merespons ancaman secara tegas, termasuk ultimatum dari Presiden AS Donald Trump.
Qalibaf juga menyoroti blokade laut yang dilakukan AS sebagai langkah keliru.
Berita Terkait
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
Mojtaba Khamenei Ancam AS-Israel: Jangan Main-main dengan AL Iran
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu karena Biaya Politik, KPK Ungkap Motif Pribadi hingga THR
-
Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
-
Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir
-
Program Magang Nasional Batch I Sebentar Lagi Selesai, Peserta Diminta Lengkapi Tahapan Penutup
-
Detik-detik Teror Kiev: Pria Rusia Tembaki Warga Tanpa Ampun, 6 Orang Tewas 14 Luka
-
Mojtaba Khamenei Ancam AS-Israel: Jangan Main-main dengan AL Iran
-
Harga BBM Naik, Pramono Minta Warga DKI Hijrah ke Transportasi Umum
-
JK Bongkar Bukti Chat WA, Tolak Rismon dan Roy Suryo Terkait Buku 'Gibran EndGame'