- Dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, tertahan di Teluk Persia akibat pengetatan akses Selat Hormuz.
- Islamic Revolutionary Guard Corps memberlakukan kembali kontrol ketat di Selat Hormuz yang menghambat perjalanan kapal komersial internasional tersebut.
- Pertamina terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan awak dan kapal hingga situasi jalur pelayaran kembali kondusif.
Suara.com - Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Teluk Persia akibat pembatasan pelayaran di Selat Hormuz yang kembali diperketat di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Kedua kapal tersebut, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini belum dapat melanjutkan perjalanan meski sebelumnya sempat ada sinyal pelonggaran akses.
Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang berubah dengan cepat di jalur pelayaran strategis tersebut.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk kementerian dan lembaga lainnya, sambil menyiapkan rencana untuk memastikan pelayaran yang aman,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah keselamatan kapal dan awak, di tengah upaya membawa muatan kembali ke tujuan.
“Kami berharap situasi di jalur pelayaran segera membaik dan kondusif sehingga Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melanjutkan perjalanan dengan aman,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Indonesia untuk memberikan akses aman bagi kapal-kapal tersebut. Kedutaan Besar RI di Teheran juga telah menindaklanjuti aspek teknis dan operasional, meski jadwal pasti pelayaran belum ditentukan.
Namun, kondisi kembali berubah setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memutuskan memberlakukan kembali pembatasan di Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil hanya sehari setelah jalur tersebut sempat dibuka kembali untuk kapal komersial.
"Kontrol atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis ini berada di bawah pengelolaan serta pengawasan ketat angkatan bersenjata," demikian pernyataan komando gabungan IRGC yang dikutip dari kantor berita semi-resmi Iran.
Baca Juga: Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
IRGC menyatakan akan mempertahankan kontrol ketat atas Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan penuh pelayaran bagi kapal yang menuju dan dari Iran.
Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, namun ketegangan di kawasan tetap memengaruhi kelancaran distribusi energi global, termasuk aktivitas pelayaran kapal Indonesia.
Berita Terkait
-
Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
Mojtaba Khamenei Ancam AS-Israel: Jangan Main-main dengan AL Iran
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi