- Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menuntut pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan mendasar warga di wilayah Jakarta Barat secara nyata.
- Ahmad Ruslan mendorong pemerintah melakukan digitalisasi layanan publik serta memberikan pendampingan UMKM guna mempermudah akses hak dasar warga.
- Uwais El Qoroni menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk mengatasi masalah lingkungan dan meningkatkan efektivitas tata kelola kota.
Suara.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta menyoroti sejumlah persoalan mendasar di wilayah Jakarta Barat, mulai dari ketersediaan hunian terjangkau, polusi udara, hingga efektivitas transportasi publik.
Mereka meminta pemerintah daerah memprioritaskan aksi nyata di lapangan daripada sekadar tataran wacana.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Ahmad Ruslan, menegaskan bahwa penyelesaian masalah warga harus menyentuh akar persoalan di tingkat bawah secara konsisten.
"Harus aktif dalam pendampingan UMKM, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran, serta advokasi warga dalam berbagai persoalan sehari-hari," ujar Ahmad Ruslan dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Ruslan menilai persoalan lingkungan di Jakarta Barat memerlukan penanganan yang lebih taktis.
Selain itu, ia juga mendorong percepatan digitalisasi layanan publik untuk memotong birokrasi yang rumit dan memudahkan masyarakat mengakses hak-hak dasarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Fraksi PKB lainnya, Uwais El Qoroni, menambahkan bahwa relevansi kinerja pemangku kebijakan diukur dari seberapa cepat mereka merespons dinamika masalah perkotaan.
"Harus hadir dan relevan, melalui pendekatan berbasis komunitas melalui dialog warga dan kolaborasi dengan berbagai elemen lokal," tutur Uwais.
Menurut Uwais, pendekatan berbasis komunitas dan dialog langsung dengan warga merupakan metode paling efektif untuk menyerap keluhan terkait tata kelola lingkungan, khususnya di pemukiman padat penduduk.
Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran, Wali Kota Jakbar: Teralis Besi Menyulitkan Evakuasi
Melalui keterlibatan aktif elemen lokal tersebut, penanganan masalah seperti polusi udara diharapkan dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Konsistensi antara pesan dan tindakan menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan