Suara.com - Kasus penipuan online masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Berbagai modus baru terus bermunculan, seiring dengan meningkatnya aktivitas digital dan transaksi daring.
Salah satu modus yang kini marak adalah penipuan yang mengatasnamakan perusahaan logistik. Pelaku biasanya menghubungi korban melalui WhatsApp atau telepon, mengklaim adanya masalah pada paket, seperti hilang atau perlu dikembalikan (retur). Korban kemudian diminta memberikan data pribadi atau melakukan transfer uang.
Hal ini tentunya merugikan masyarakat secara ekonomi. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta pada Maret 2026, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan besarnya kerugian yang dialami masyarakat akibat praktik penipuan ini.
"Ada Rp 9,1 triliun dana masyarakat yang dilaporkan hilang terkena scam ini," ujarnya, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Akun Palsu Kian Marak, Masyarakat Diminta Hati-hati
Hasil penelusuran tim redaksi menemukan sejumlah akun media sosial yang mengatasnamakan perusahaan logistik.
Salah satunya adalah akun Instagram @spx.express.info.center yang terlihat meyakinkan karena memiliki tanda verifikasi dan jumlah pengikut hampir 25 ribu. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak SPX Express pada Senin (21/4/2026), akun tersebut dipastikan bukan akun resmi.
Juru bicara SPX Express menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan tidak memiliki akun Instagram resmi.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak jelas, seperti nama lengkap, detail akun, maupun tangkapan layar (screenshot), bahkan hingga melakukan transaksi di luar kanal atau platform resmi. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap panggilan dari nomor tidak resmi yang mengatasnamakan perusahaan.
Baca Juga: Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
Gunakan Kanal Resmi untuk Pengaduan
Untuk menghindari risiko penipuan, SPX Express mengimbau masyarakat untuk menggunakan kanal resmi dalam melakukan pengaduan maupun komunikasi.
Bagi yang ingin melacak lokasi paket, pelanggan dapat memasukkan nomor resi melalui situs resmi di https://spx.co.id/id.
Sementara itu, laporan dan pertanyaan dapat disampaikan melalui webform resmi di https://spx.co.id/customer-service-introduction. Layanan Customer Service melalui telepon juga tersedia melalui nomor resmi +62 21 3950 0300.
Maraknya penipuan online menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kehati-hatian dan ketelitian menjadi kunci agar tidak menjadi korban berikutnya.***
Berita Terkait
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Rahasia Tetap Hemat Meski Tanggal Tua, Manfaatkan Fitur SPayLater
-
Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?
-
4 Rekomendasi HP Paket Lengkap Kelas Entry dan Mid-Level, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Perempuan Kian Rentan di Dunia Digital, KPPPA Ingatkan Bahaya Pelecehan hingga Pinjol Ilegal
-
Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam
-
WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga
-
Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI
-
Tragis! Terpengaruh Narkoba dan Dendam, Pemuda di Tangerang Habisi Nyawa Ibu Tiri dengan Palu
-
Teror Penembakan Supermarket Kyiv, 6 orang Tewas Termasuk Anak-anak
-
KemenPPPA Sorot Tuntutan Sempurna pada Perempuan: Sulit Seimbangkan Karier dan Kehidupan Pribadi
-
Mengapa Penangkapan Saja Tak Efektif, Pakar IPB Ungkap Tiga Strategi Kendalikan Ikan Sapu-Sapu
-
Jemaah Haji RI di Madinah Dijamin Makan Enak: 23 Dapur Siap Sajikan Menu Indonesia 3 Kali Sehari
-
Banjir Rendam 20 RT di Jakarta Timur, Titik Tertinggi Hampir Setinggi Orang Dewasa