-
Iran kembali memblokade Selat Hormuz sebagai balasan atas blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat.
-
Donald Trump mengancam akan melakukan pemboman jika gencatan senjata berakhir tanpa ada kesepakatan.
-
Militer Iran menyatakan kesiapan menggunakan rudal produksi terbaru tahun 2026 dalam perang mendatang.
Suara.com - Stabilitas keamanan di Selat Hormuz kembali berada di titik nadir setelah harapan dibukanya jalur pelayaran internasional tersebut sirna hanya dalam waktu singkat.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di ambang kolaps seiring dengan penutupan kembali jalur distribusi minyak paling vital di dunia oleh militer Teheran.
Dikutip dari CNN, penutupan ini dipicu oleh sikap keras Washington yang tetap mempertahankan blokade pelabuhan Iran hingga seluruh butir kesepakatan nuklir dipenuhi secara sepihak.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian global mengingat sisa waktu gencatan senjata yang hanya menyisakan kurang dari tiga hari sebelum masa berlakunya habis.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana ego politik kedua negara telah mengabaikan keselamatan navigasi laut komersial di kawasan Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran secara resmi mengumumkan pengaktifan kembali status blokade penuh terhadap wilayah perairan Selat Hormuz yang strategis tersebut.
Keputusan militer ini diambil sebagai respons langsung atas kebijakan Donald Trump yang bersikeras mencekik ekonomi Iran melalui blokade pelabuhan yang berkepanjangan.
Pihak IRGC memberikan peringatan keras bahwa setiap pergerakan yang mendekati zona tersebut akan dianggap sebagai bentuk kolaborasi nyata dengan musuh-musuh mereka.
“Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan setiap kapal yang melanggar akan menjadi target,” tegas IRGC dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Kapal Perang AS Mondar-mandir di Dekat Perairan Indonesia, Mau Apa?
Ketegangan fisik mulai terjadi di lapangan saat dua kapal dilaporkan menjadi sasaran tembakan peringatan di wilayah perairan yang berjarak 20 mil dari Oman.
Sinyal Perang dan Teknologi Rudal
Kapten kapal tanker yang menjadi saksi mata mengonfirmasi bahwa kapal motor cepat milik Iran bertanggung jawab atas serangan pertama di tengah laut.
Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan langkanya menegaskan kesiapan angkatan laut mereka untuk memukul mundur semua ancaman asing.
“Angkatan Laut kami yang gagah berani siap membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru,” ujar Khamenei yang baru muncul setelah enam minggu menjabat.
Ancaman militer Iran pun semakin mengkhawatirkan setelah para jenderal senior Teheran mulai menyinggung penggunaan teknologi persenjataan terbaru dalam konflik yang akan datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur