- Dua polisi di distrik Holosiivskyi, Kyiv, diskors setelah melarikan diri saat penembakan yang menewaskan enam orang, Sabtu (18/4/2026).
- Pelaku penembakan di supermarket tersebut tewas saat ditangkap, dengan dugaan kondisi mental tidak stabil dan latar belakang tertutup.
- Presiden Zelenskyy memerintahkan peninjauan tindakan patroli serta mengevaluasi regulasi kepemilikan senjata api bagi warga negara secara menyeluruh.
Suara.com - Kasus serangan mematikan dan teror penembakan yang terjadi di kawasan distrik Holosiivskyi, Kyiv, Ukraina mmeunculkan fakta baru.
Dua petugas polisi dikabarkan kabur alias melarikan diri saat tragedi tersebut dan kini menerima sanksi berat.
Melansir laman The Korea Herald, Senin (20/4/2026), Menteri Dalam Negeri Ukraina, Igor Klymenko mengatakan dua petugas polisi telah diskors.
Hal itu setelah sebuah video yang beredar online menunjukkan mereka melarikan diri dari lokasi penembakan di Kyiv yang menewaskan enam orang.
Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dan menyandera orang-orang di sebuah supermarket di distrik perumahan ibu kota Ukraina pada hari Sabtu, sebelum tewas saat upaya penangkapan.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh media Ukraina, dua petugas polisi yang mengenakan seragam dan rompi kuning terlihat berdiri di samping seseorang yang tergeletak di tanah sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian saat tembakan terdengar.
"Perilaku yang memalukan dan tidak pantas. Ini adalah aib bagi seluruh sistem. Mereka telah diskors, dan penyelidikan sedang berlangsung," kata Igor Klymenko di Telegram.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ikut berkomentar dengan mengatakan bahwa akan ada peninjauan menyeluruh terhadap tindakan petugas patroli dalam pidato hariannya.
"Mereka berada di tempat kejadian perkara tetapi tidak menghentikan si pembunuh dan malah melarikan diri. Mereka seharusnya bertindak dalam keadaan seperti itu," kata Zelenskyy.
Baca Juga: Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Polisi belum memastikan motif di balik penembakan tersebut -- tetapi Klymenko mengatakan "kondisi mental si penyerang jelas tidak stabil."
"Bagaimana dia memperoleh sertifikat medis yang diperlukan untuk memperpanjang izin senjatanya harus diperiksa," tambah Klymenko.
Kepala Kepolisian Ukraina, Ivan Vygivsky, mengatakan kepada wartawan bahwa tersangka pernah bertugas di angkatan bersenjata Ukraina sebelum pensiun pada tahun 2005 dan kemudian tinggal di Rusia hingga tahun 2017.
"Kami memeriksa halaman media sosialnya. Pandangannya di sana negatif. Anda tidak bisa mengatakan dia memiliki pendirian pro-Ukraina, bisa dibilang, agak berlawanan," kata Vygivsky.
Ia menambahkan bahwa tersangka tidak memiliki kerabat dan digambarkan sebagai orang yang "tertutup" oleh tetangganya.
Klymenko mengatakan bahwa tidak akan ada pemeriksaan besar-besaran terhadap pemilik senjata api yang secara hukum wajib melaporkan senjata mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!
-
3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman
-
Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, WEF Sebut 44 Persen Skill Pekerja Perlu Diperbarui
-
Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk
-
Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020
-
24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?
-
Alasan Kesehatan, Nadiem Minta Hakim Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan
-
Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah